Pelaksanaan ujian nasional (unas) tingkat SMA sederajat di Magetan relatif lancar. Di hari pertama kemarin (18/4) dinas pendidikan (dindik) setempat hanya menemukan dua lembar jawaban komputer (LJK) yang rusak. Itu ditemukan di SMA Negeri Maospati pada jam pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia. ”LJK itu sobek bagian atas. Satunya lagi, rusak di samping. Setelah dicek, kerusakan sudah dari percetakan. Sehingga langsung diberikan LJK cadangan, ”terang Musriono, kepala SMA Negeri Maospati, saat menerima tim inspeksi mendadak (sidak) dindik kemarin(18/4)

Selebihnya,tidak ada kejadian menonjol.Pengambilan naskah soal dari mapolsek oleh subrayon juga tidak ada masalah.Polisi juga terus menjaga ketat pengambilan soal dan LJK ini. Beberapa siswa yang diwawancarai koran ini menyatakan sangat siap menghadapi unas.Sebab,pihak sekolah beberapa kali telah menggelar try out dan tambahan jam mata pelajaran yang diunaskan.”Mudah-mudahan lulus. Tadi,mata pelajaran Bahasa Indonesia juga bisa mengerjakan,”kata Rini,salah seorang siswa SMA di Kawedanan.

Para siswa yang dikunjungi tim sidak juga terlihat santai.Usai pelajaran bahasa Indonesia,mereka memilih membaca buku pelajaran yang akan diunaskan pada jam kedua.Mereka bergerombol sembari membuka-buka buku pelajarannya. Tentang kekhawatiran kebocoran soal unas,sejauh ini dindik belum menerima laporan.Juga belum mendapat pengaduan tentang peredaran jawaban unas.”Syukur di Magetan tidak ada laporan,”kata Kepala Dindik Bambang Trianto. Jika ditemukan kasus kebocoran soal unas,Bambang menekankan siswa dan sekolah akan mendapatkan sanksi tegas.”Sanksi untuk siswa dan sekolah ada sendiri. Semua sesuai kadar kesalahannya,”jelasnya.

Di hari pertama kemarin tingkat kehadirannya peserta unas sangat bagus.”Yang ujian di kantor polisi maupun rumah sakit tidak ada,”ujarnya.(rif/sad)

radarmadiun