Diterjang Lesus, Empat Unit Peternakan Ambruk

Jan 6th, 2010 | By admin | Category: berita

Angin puyuh kembali melanda Magetan. Setelah kawasan kota, kini giliran wilayah Takeran. Akibat terjangan lesus, empat unit peternakan ayam ambruk dan belasan rumah di Dusun Bendo, Desa Kuwonharjo, gentingnya beterbangan.

Selain itu, satu warung di Desa Kerang tertimpa pohon trembesi. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam yang terjadi kemarin (5/1) sekitar pukul 14.30 itu. Namun, akibat tumbangnya pohon di jalan raya Madigondo-Takeran yang menimpa warung tersebut, aliran listrik di wilayah Takeran padam beberapa jam. Setelah sempat menyala, sekitar pukul 18.00 listrik kembali padam.

”Hujannya tidak seberapa deras, tapi anginnya sangat kencang. Datangnya dari arah timur laut,” ujar Jamiran, warga RT 12/RW 03 Dukuh Bendo, Desa Kuwonharjo kepada koran ini, sambil menunjuk arah angin.

Jamiran salah satu korban yang kandang ayamnya tertimpa pohon diameter 30 cm. Menurut dia, selain angin kencang, hujan pada siang itu disertai dengan butiran es. Hal itu diketahui beberapa saat setelah hujan reda. ”Butiran es sebesar kelereng. Berserakan cukup banyak di halaman,” ungkap dia.

Tiga unit kandang ayam petelur di Kuwonharjo yang ambruk itu milik Subini dan Senen. Peternakan tersebut berada di satu lokasi di persawahan desa setempat. ”Angin puyuhnya tidak lama. Kira-kira dua menit. Tapi, kencang sekali,” ujar Subini.

Di kandang milik Subini dan Senen, terdapat sekitar 6 ribu ayam. Dengan kejadian ini, diperkirakan ternak menjadi stres dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 150 juta lebih. Hingga pukul 17.00, sejumlah pekerja terlihat sibuk memindahkan ayam di kandang yang selamat dari amuk angin puting beliung.

Namun, akibatnya, kandang penuh sesak lantaran diisi hingga enam ekor ayam. Sementara, yang lain dibawa pulang. ”Namanya bencana, datangnya tidak disangka-sangka,” ujar Subini.

Sedangkan di kandang milik Jamiran, kerusakan tak begitu parah. Namun, pohon jati tersebut nangkring di atap kandang yang berisi sekitar 2 ribu ayam petelur itu. ”Dibiarkan dulu. Nanti, kalau ayamnya sudah afkir (tak bertelur, Red) baru dibongkar,” terang Jamiran.

Saat koran ini mengelilingi sejumlah ruas jalan beraspal di Desa Kuwonharjo, warga yang rumahnya terkena sapuan angin puyuh, tampak bergotong royong. Ada yang memotong pohon dan membenahi genting.

Selain kandang ayam ambruk, angin puting beliung juga mengempaskan atap seng di parkiran SD Kuwonharjo 2. Sejumlah pohon juga tumbang akibat bencana siang itu. ”Untuk korban jiwa tidak ada. Sementara kerugian masih kami data,” kata Camat Takeran Heru Sulistyo di lokasi kandang ayam milik Subini.

Angin puyuh juga menimpa warung milik Tego di Desa Kerang. Sebuah pohon trembesi ambruk dan mengenai dapur warung yang terletak di pinggir jalan raya Madigondo-Takeran tersebut. Selain itu, pohon tersebut juga menimpa kabel listrik PLN. (rif/isd)

jawapos

Random Posts

This entry was posted on Wednesday, January 6th, 2010 and is filed under berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Diterjang Lesus, Empat Unit Peternakan Ambruk”

  1. Galaktosa on January 9th, 2010 at 06:28

    innalillahi wa inna ilaihi roji’uun..
    Galaktosa´s last blog ..Cara menjadi bahagia My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Sponsors

 

Banner Blogger Magetan


    Copy Code di Bawah :


Jejaring


Foto Magetan