GTT/PTT Sambat Nasib

Tepat sehari setelah memperingati Hari Pendidikan Nasional,para pendidik di Magetan sambat. Para pahlawan tanpa tanda jasa itu,khususnya yang berstatus tidak tetap,termasuk pegawai(GTT/PTT) swasta,mempertanyakan nasibnya.Pasalnya,selama mengabdi,965 orang GTT/PTT itu merasa belum mendapatkan kesejahteraannya. Bahkan,pendapatan mereka dari daerah masih jauh dari standar upah minimum kabupaten(UMK)setempat.”Untuk itu,kami mencoba membuka tabir kelam ini,terutama menunjukkannya kepada wakil rakyat kami dan dinas terkait,”kata Joko Purnomo,ketua PGRI Kecamatan Magetan(Kota),kemarin(3/5).
Siang kemarin mereka pun ngeluruk gedung DPRD Magetan. Puluhan guru dan pegawai tersebut mencoba berdialog dengan unsur pimpinan DPRD bersama Komisi A dan dinas pendidikan(dindik)serta badan kepegawaian derah(BKD). Ada beberapa hal yang diangkat dalam hearing tersebut. Antara lain soal peningkatan kesejahteraan guru non-PNS melalui APBD Magetan 2011.Para guru mengungkapkan bantuan transportasi Rp125ribu,dalam praktiknya masih dipilah-pilah.Bahkan,tidak diberikan setiap bulan dan masih ada potongannya.

Selain itu,bantuan fungsional dari APBD Jatim Rp200 ribu juga tidak semua guru mendapatkannya.Bahkan sering harus gonta-ganti rekening bank.Mereka juga sambat larangan guru sekolah negeri atau yang belum memiliki SK Dindik ikut sertifikasi.Padahal,penerbitan SK Dindik untuk GTT/PTT sebagai bentuk pengakuan hingga kini belum terealisasi.

Joko mengatakan para honorer non-PNS itu berharap secercah harapan setelah hearing tersebut.”Kami berharap jangan ada perbedaan antara honorer negeri dengan swasta.Setidaknya dari adanya tunjangan, apabila diakumulasi jumlahnya bisa mendekati UMK,” tegas pria yang juga dewan pembina PGRI Magetan ini.

”Memang ada beberapa janji dari DPRD dan instansi terkait pasca-hearing ini.Kami juga akan terus mempertanyakannya.Termasuk mengambil sampel contoh SK Dindik Madiun yang bisa terealisasi tanpa permasalahan pelik seperti ini,”ujarnya. Sementara itu,Wakil Ketua DPRD Magetan M Soim berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan GTT/PTT tersebut. ”Awalnya kami kan sudah pernah memerjuangkan tunjangan mereka.Dari Rp100ribu menjadi Rp125ribu.Ini akan segera kami kaji apakah bisa ditingkatkan menjadi Rp200ribu,”ungkapnya.

Soim juga berjanji akan merumuskan kembali berbagai masalah yang diajukan GTT/PTT itu.Termasuk membahas ulang kebijakan yang ada.”Semua itu tentunya juga tergantung dari anggaran daerah yang ada,”kilahnya. Di lain pihak,Kepala Dindik Magetan Bambang Trianto memilih pasif menanggapi permasalahan tersebut. Menurut dia,banyak kebijakan yang merupakan kewenangan provinsi,bukan daerah.”Tetapi yang pasti,kami akan kaji ulang terkait permintaan yang disampaikan kali ini,”ungkap Bambang.(wka/sat)

radarmadiun

Tagged with:     ,

About the author /


Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja. Profil : Google + Komunitas Blogger Magetan

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Info Kerajinan

Kerajinan Bambu Ringinagung
Posted in: Info Kerajinan

Kerajinan Bambu ini juga merupakan satu dari beberapa kerajinan yang ada di kota magetan, seperti kerajinan kulit dan batik sidomukti. Sentra Kerajinan Bambu ini terletak di Desa Ringin Agung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Ketika kita melewati jalan aspal menuju desa ringin agung ini, nampak di sebelah kanan kiri jalan banyak kerajinan bambu yang sedang dijemur […]

Read More

Info Hotel dan Villa

Info Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Staff Marketing di Koperasi
Posted in: Lowongan Pekerjaan

Lowongan kerja di Magetan. Dibutuhkan Staff marketing dan Kolektor untuk wilayah kabupaten magetan. Dengan syarat sebagai berikut : Jujur dan disiplin Pria Minimal Pendidikan SMU/Sederajat Punya motor sendiri dan SIM C Usia maksimal 35 tahun Fasilitas : Gaji Pokok Bonus Jenjnag Karir Dll Bagi anda yang tertarik dan sesuai dengan persyaratan diatas silahkan kirim surat […]

Read More