Categories

  • No categories

21 May | in berita, magetan   1

Hercules Jatuh, 96 Tewas

Kecelakaan udara kembali terjadi. Pesawat Hercules C-130 terjatuh di areal persawahan Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, sekitar pukul 06.30 WIB, kemarin (20/5). Pesawat milik TNI AU dengan nomor penerbangan A-1325, itu mengangkut 110 penumpang dan kru.

Dalam kecelakaan tersebut, 95 penumpang (sipil dan anggota TNI) dan kru tewas serta 15 selamat. Satu orang warga Desa Geplak tewas dan satu lagi dalam kondisi kritis. Total korban akibat jatuhnya pesawat tersebut mencapai 96 orang. Korban tewas warga karena rumahnya tersambar pesawat nahas tersebut. Dalam penerbangan itu, pesawat membawa 98 penumpang dan 12 kru. (nama korban lihat grafis). ”Waktu itu, saya sedang bersih-bersih di dapur. Tiba-tiba terdengar suara krotok-krotok. Ditambah deru angin kencang. Saya takut lalu lari sambil membawa pakaian, takut kalau ada kebakaran. Tidak tahunya ada pesawat jatuh,” kata Ismi, warga Desa Geplak yang rumahnya terkena reruntuhan pesawat, kemarin.

Rumah Ismi hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. Saat ditemui koran ini, Ismi terlihat masih syok. Wajah istri dari Suyadi ini kelihatan pucat. Tangannya gemetar ketika menceritakan detik-detik sebelum pesawat jatuh.

Dari informasi koran ini, pesawat yang dipiloti oleh Kapten Mayor Danu dan Co Pilot Kapten Younan, tersebut berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma dengan rute penerbangan Jakarta, Magetan, Makassar, Kendari, Biak dan terakhir menuju Jayapura. Belum diketahui secara pasti, apa penyebab petaka pagi itu.

Hidayah, warga Geplak, yang rumahnya hanya 100 meter dari lokasi kejadian mengatakan, pagi itu dirinya sedang mandi. Namun, di tengah-tengahnya mandi, pria 35 tahun tersebut dikejutkan suara benda terjatuh dengan amat kerasnya. ”Saya langsung lari hanya dengan mengenakan pakaian seadanya. Masya Allah, ada pesawat jatuh. Tetangga juga langsung ke lokasi. Tapi tidak berani mendekat karena api berkobar dan terdengar letusan kecil-kecil,” kata Hidayah.

Hidayah dengan mata kepala sendiri melihat serta mendengar teriakan minta tolong dan jeritan pilu dari dalam kabin pesawat. Kemudian, bersama beberapa tetangga memberanikan diri mendekat dan mulai menolong korban. ”Ngeri mas saat masuk ke dalam pesawat. Yang teriak, saya tolong. Semampu kami, yang masih hidup diselamatkan,” tutur dia.

Tak berapa lama, tim dari Lanud Iswahjudi Maospati tiba di lokasi kejadian. Beberapa mobil pemadam kebakaran, ambulance dan tim medis berdatangan. Bantuan evakuasi dari kepolisian, TNI AD, pemkab dan Dinas Kesehatan juga tiba.

Dari informasi yang dikumpulkan koran ini di lapangan, pesawat Hercules nahas tersebut diduga bermasalah kira-kira dua kilometer dari tempat jatuh di areal persawahan Geplak. Menurut cerita sejumlah warga setempat, pesawat sempat menerjang rumpun bambu di belakang rumah Parmo.

Rumpun bambu yang tingginya kira-kira 15 meter tersebut roboh seperti diterjang buritan pesawat. Di tempat tersebut, ada satu bagian pesawat yang terjatuh. Rumah Parmo di ruang tamu gentingnya juga rusak.

Tidak hanya itu, rumah Suwarno, berjarak sekitar 10 meter dari rumah Parmo, gentingnya juga ketiban sayap pesawat sepanjang kira-kira tiga meter. Gentingnya rusak parah di beberapa bagian. Di teras depan rumah tersebut, juga ditemukan onggokan bagian pesawat. ”Waktu itu, saya masih tidur. Tapi, kaget saat ada suara genting jatuh yang disertai deru angin sangat kencang,” kata Eko, anak Parmo yang beberapa genting rumahnya rontok.

Diperkirakan, saat menerjang rumpun bambu di belakang rumah Parmo, pesawat Hercules buatan tahun 1980 ini, ada bambu yang tercerabut dan nyanthol di badan pesawat. Burung besi tersebut juga menerjang sejumlah pepohonan di sekitarnya.

Beberapa warga Geplak yang ditemui koran ini memberikan kesaksian, badan pesawat terlihat limbung dan terbang rendah sebelum akhirnya menerjang pohon trembesi dan rumpun bambu di dekat rumah Sulasmin, karyawan PG Purwodadie, Glodok.

Setelah itu, pesawat menerjang atap rumah Sulasmin. Rumah model limas itu atapnya tercerabut. Kemudian, menghantam kediaman Rusmin. Pesawat juga sempat menabrak rumpun bambu lagi sebelum akhirnya terjerembab di areal persawahan Desa Geplak.

Peristiwa kelabu bagi dunia penerbangan nasional itu juga menewaskan Sumiati (istri Rusmin). Informasinya, pagi itu, Sumiati sedang memasak air untuk bikin minum keluarganya.

Sedangkan Sulasmin, saat ini, dalam kondisi kritis. Pria paro baya tersebut dirawat di RSUD dr Soedono lantaran menderita cedera otak. Warga sekitar yang rumahnya diterjang pesawat selamat karena lari keluar rumah begitu mendengar suara angin kencang dan letusan. Selain korban tewas, satu ekor sapi milik Sulasmin tewas dan satunya selamat.

Selang beberapa waktu dari jatuhnya Hercules tersebut, proses evakuasi penumpang pesawat terus dilakukan oleh tim rescue dari Lanud Iswahjudi yang dibantu tim TNI AD, kepolisian, pemkab, Dinas Kesehatan di sekitar Maospati.

Mobil pemadam kebakaran bolak-balik mengisi air. Sirine ambulance juga meraung-raung. Tim evakuasi mondar-mandir menggotong mayat korban kecelakaan pesawat nahas. Ada satu anak yang masih selamat langsung dimasukkan ambulance dan diberikan oksigen kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Asap mengepul dari jalanan Glodok-Karas. Itu karena badan pesawat terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan. Saat itu, masyarakat terus menyemut datang ke lokasi kejadian untuk melihat pesawat jatuh. Semakin siang, jumlah warga yang mengunjungi lokasi semakin banyak.

Sehingga, cukup mengganggu proses evakuasi. Itu karena memadati jalanan desa Geplak yang cukup sempit tersebut. Bagasi penumpang yang masih bisa diselamatkan dan dibawa ke truk untuk diamankan di Lanud Iswahjudi.

Sekitar pukul 14.00, petugas dari TNI AU terus berusaha mencari korban. Badan pesawat Hercules tersebut dipotong jadi dua bagian. Di lokasi jatuhnya pesawat, hingga sore kemarin, petugas dari TNI AU dan dibantu personel lain terus melakukan evakuasi guna mencari mayat yang masih ada di reruntuhan badan pesawat.

Sejumlah pejabat meninjau lokasi jatuhnya pesawat. Di antaranya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suwarno dan Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Bachrul Alam. (rif)

(jawapos)

Kata Kunci Untuk Artikel ini :

Artikel yang Berhubungan:

Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.

Share this

  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons

One Trackback

  1. [...] jatuhnya pesawat Hercules nomor penerbangan A-1325 belum diketahui pasti penyebabnya. Pernyataan resmi TNI AU melalui [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Banner Blogger Magetan

Banner KOBAMATA