18 Mar | in blogger magetan Comments Off
Hukum Aborsi
Hukum aborsi adalah haram dan dikecam keras oleh Allah. berdasarkan penelitian setiap tahun menurut WHO, terdapat 20 juta orang melakukan praktik aborsi didunia. Di wilayah Asia tenggara WHO memperkirakan tiap tahunnya ada 4,2 juta orang yang melakukan aborsi. Dan 750.000 hingga 1,5 juta terjadi di Ngeri kita tercinta Indonesia.
Latar belakan aborsi bisa bermacam-macam; ada yang berlatar belakang rasa takut, malu, dan memburu kesenangan diri.
Mari kita melihat bagaimana cara aborsi tersebut:
Pada kehamilan 1 sampai 3 bulan:
Pada tahap ini cara aborsinya dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk abortus. Tulang tulangnya diremukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.
Pada kehamilan 3 sampai 6 bulan:
Pada tahap ini, aborsi dilakukan dengan cara terlebih dahulu membunuh bayi tersebut sebelum dikeluarkan. Pertama, diberi suntikan maut (saline) yang langsung diberikan dalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi secara berlahan-lahan, menyesakkan nafaf, dan akhirnya mati setelah menderita selama berjam-jam.
Pada kehamilan besar:
Pada masa tahap, aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi dalam keadaan hidup, lalu dibunuh.
Melihat cara-cara aborsi diatas betapa biadapnya manusia tersebut!. Hanya karena malu yang sebenarnya adalah kesalahan dia sendiri dan bukan kesalahan calon bayinya, membunuh calon bayinya tersebut.
Seandainya saya adalah bayinya, saya akan menuntut keadilan!, karena saya (bayi) punya hak untuk hidup! Gimana caranya?!.
Karena kebiadapnya Allah memberikan penegasan bagi mereka :
QS. Al Isra' (17) ayat 31 :
31. dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.
Karena kebiadapnya Allah memberikan gelar bagi mereka :
QS. Al Furqan (25) ayat 44:
44. atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).