Keluarga Luthfi Haidarah alias Abu Musa, salah seorang tersangka teroris asal Magetan, yang tertangkap di Medan, mengaku kaget. Ayah Luthfi, H. Buchori Burhanuddin mengaku tidak percaya jika putra keempatnya itu terlibat jaringan teroris.

”Saya tidak percaya anak saya terlibat (jaringan teroris, Red),” ujar Buchori di rumahnya Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, kemarin (12/4).

Diceritakan, begitu lulus SD, Luthfi menimba ilmu di Ponpes Al-Mukmin Ngruki Solo. Luthfi juga bekerja di salah satu percetakan di Solo. ”Satu bulan sekali dia pulang,” kata pengasuh Ponpes Al-Muslimun Plaosan tersebut.

Meski demikian, keluarga Buchori mengaku belum menerima pemberitahuan dari Mabes Polri terkait penangkapan Luthfi. ”Kami berharap segera ada kepastian hukum. Kenapa jadi tersangka teroris, divonis berapa tahun dan di mana kami harus menjenguknya,” begitu harapan sang ayah kepada wartawan.

Ia mengaku, tahu masalah anaknya itu dari siaran televisi. Sebelumnya, Luthfi dikabarkan ditangkap Densus 88 Maret lalu. Buchori mengatakan, kontak atau bertemu terakhir kali sebulan lalu, saat pulang ke rumah. ”Tapi, tidak banyak yang dibicarakan.”

Saat pulang, menurut Buchori, Luthfi lebih banyak meluangkan waktu untuk istri dan anaknya. ”Mudah-mudahan, keadaannya (Luthfi, Red) baik-baik. Berita itu juga sudah diketahui istrinya,” terang dia.

Luthfi sendiri adalah anak ke-4 dari 10 bersaudara, alumni Ponpes Al-Mukmin, Ngruki. Ia menikahi Aminah, wanita asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) memiliki dua anak. Kini istri dan anaknya tinggal di Ponpes Al Muslimun, Magetan. (rif/isd)

jawapos