Kelulusan Menurun

Jun 15th, 2009 | By | Category: berita, magetan

Persentase kelulusan pelajar SMA di Magetan menurun. Hasil ujian nasional (unas) tahun ajaran 2008/2009 menunjukkan, dari 2.839 peserta yang lulus mencapai 97,5 persen. Padahal, tahun lalu tingkat kelulusan mencapai 98 persen. ”Penurunannya hanya sekitar setengah persen saja,” kata kepala Dinas Pendidikan (Dindik), Bambang Trianto, kemarin (14/6).

Kendati persentase menurun, Bambang menilai secara kualitas hasil tersebut justru meningkat. Buktinya, grade nilai rata-rata yang semakin naik. Jika tahun lalu hanya sekitar 5,25, kini mencapai 5,5 poin. ”Kenaikan grade itu membutkikan bahwa secara kualitas pendidikan kita meningkat,”,” jelas dia.

Menurut catatan dinas pendidikan setempat, peraih nilai unas tertinggi didominasi siswa SMAN 1 Magetan. Baik itu di kelompok IPA maupun IPS (lihat grafis). Nilai unas IPA tertinggi atas nama Vitarani H.P dengan poin 54,45. Sedangkan nilai tertinggi IPS diraih Huda Pasca dengan total 53,15. Di kelompok SMK yang hanya mengujikan empat mata pelajaran, nilai tertinggi diraih Ari S dengan poin 36,35 dari SMKN 2 Magetan. ”Meski dibayangi kecemasan, ternyata siswa kita mampu menunjukkan prestasinya,” kata Bambang.

Sedang jumlah siswa di Magetan untuk kelompok SMA sebanyak 70 anak dari jumlah peserta 2.839 pelajar. Bagi yang tidak lulus, Dindik akan menggelar ujian paket C. ”Bagi siswa yang tidak lulus jangan berkecil karena masih ada kesempatan mengikuti ujian kejar paket C,” terang Bambang.

Untuk ujian kejar paket C, kepala Dindik mengatakan, pihaknya akan menggelar pada 23 Juni 2009 mendatang. Rencananya, ujian dilakukan pada suatu lokasi yang mudah dijangkau anak secara bersamaan. Bambang menghimbau agar siswa yang tidak lulus mengikuti ujian tersebut lantaran levelnya sama. ”Jangan berpikiran gengsi ikut ujian kejar paket C. Semua sama dan jangan sampai tidak ikut,” paparnya.

Sedangkan di kelompok SMK, saat ini, Dindik tengah melakukan klarifikasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim. Hal itu karena ada 35 siswa SMK di Magetan yang dinyatakan tidak lulus. Gara-garanya, nilai ujian tidak muncul dalam daftar nilai.

”Kalau nilai ujian praktik muncul, harusnya lulus. Makanya, kami sedang mengklarifikasi ke Surabaya. Karena itu, untuk kelompok SMK, data kelulusan masih belum final karena masalah tersebut. Mudah-mudahan, segera ada kejelasan dari provinsi,” terang Kadindik.

Bersamaan dengan pengumuman unas hari ini, Bambang mengimbau, sekolah agar meminimalisasi euphoria siswa dalam merayakan kelulusan. Terutama, mencegah aksi konvoi di jalan raya, sebagaimana himbauan dari Polres Magetan. ”Merayakan kelulusan boleh, tapi yang wajar dan jangan mengganggu orang lain.” (rif/dhy)

(jawapos)

Artikel yang Berhubungan:

Tentang Penulis :


Nama :
Biografi : Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja. Profil : Google + Komunitas Blogger Magetan
This entry was posted on Monday, June 15th, 2009 and is filed under berita, magetan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

CommentLuv badge

Magetan The Beauty Of Java

Wisata Telaga Sarangan Batik Sidomukti Asli Magetan Kerajinan Bambu Ringinagung Kerajinan Kulit Asli Magetan Candi Sadon Magetan Jeruk Pamelo Magetan
 

Banner Blogger Magetan


    Copy Code di Bawah :

Pring Sedhapur Club

Banner KOBAMATA


    Copy Code di Bawah :

Batik Sidomukti Magetan