Kenaikan Tarif PDAM Dikaji Ulang

Peraturan Bupati(Perbup)Magetan No20tahun 2010 dimentahkan.Perbup tentang tarif air minum PDAM Magetan itu bakal dikaji ulang.Ini kesimpulan dari dialog antara LSM Asar dan PDAM yang difasilitasi DPRD setempat kemarin(4/4).
”Mengkaji ulang perbup adalah keputusan bijaksana untuk menyikapi keluhan pelanggan PDAM.Terutama, program reklasifikasi pelanggan rumah tangga,”kata Wakil Ketua DPRD Sofandi di hadapan peserta dialog. Dialog dihadiri jajaran direksi PDAM yang dipimpin Direktur Utama PDAM Sofyan.Dari DPRD,selain Sofandi, ada Ketua Badan Legislasi(Baleg)Pangayoman,Ketua Komisi C Hartoto,serta sejumlah anggota komisi dan baleg.Dari pemkab hadir Kabag Hukum Suci Lestari dan Matheus S,dari LSM Asar.

Dialog dimulai pukul 13.00.Dengar pendapat dibuka Sofandi,selaku koordinator komisi C dan baleg.Matheus pun mengungkapkan uneg-unegnya yang terdiri dari tujuh poin.Salah satunya tentang reklasifikasi tarif bagi pelanggan rumah tangga.

”Program reklasifikasi pelanggan rumah tangga belum begitu dipahami masyarakat.Sehingga,memunculkan banyak pertanyaan di masyarakat,”terang Matheus. Giliran Ketua Baleg Pangayoman memaparkan dasar hukum PDAM dalam mengenakan tarif.Dalam hal ini,sesuai Permendagri No 23 tahun 2006,tarif PDAM bukan merupakan pajak daerah atau retribusi,akan tetapi murni tarif.

Prinsipnya,kenaikan tarif air minum itu harus memiliki prinsip peningkatan mutu,keterjangkauan masyarakat, transparansi dan akuntabilitas,prinsip keadilan dan harus efisien.”Dari telaah,apa yang dilakukan PDAM, baik penyesuaian tarif maupun reklasifikasi pelanggan itu sudah benar.Tapi,hanya kurang sempurna,”kata Pangayoman,anggota DPRD dari Partai Demokrat.

Pangayoman melihat,kekurangsempurnaan perbup tersebut terkait pengenaan tarif.Baik kelompok pelanggan rumah tangga maupun niaga.Dalam permendagri,kelompok rumah tangga ada klasifikasi.Katanya,PDAM belum memberlakukan kelompok masyarakat yang dikenakan tarif di bawah harga dasar.

”Dalam perbup,kelompok yang menikmati harga di bawah harga dasar hanya yayasan maupun tempat ibadah.Harus ada kelompok masyarakat yang tidak mampu dan berhak menikmati tarif di bawah harga dasar,”ungkap Pangayoman.

Tidak hanya itu,kelompok pelanggan rumah tangga kelas menengah ke atas dan niaga,tarifnya juga masih jauh dari tarif penuh.Padahal,sejatinya,golongan tersebut sangat potensial.”Karena itu,di sini perlunya revisi perbup.Kalau menyalahkan PDAM itu kurang tepat,karena PDAM itu operator.Dalam hal ini,perbup yang harus direvisi.”

Dijelaskan,sembari menunggu revisi,Perbup No 20 tahun 2010 tetap harus diberlakukan.Kalau tidak,PDAM tidak memiliki dasar hukum soal pengenaan tarif.”Nah, ketika revisi selesai,perbup yang lama dicabut dan dikeluarkan perbup revisi yang sudah disempurnakan sesuai permendagri,”jelas Pangayoman.

Dari pihak pemerintahan kelurahan,ada saran dan kritik sebagaimana diutarakan Kepala Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan Magetan Kota,Rusdi.Usulan juga diungkap Kepala Kelurahan Tawanganom.
”Selama ini,ada miskomunikasi di tingkat masyarakat. Terutama setelah membaca selebaran dari PDAM.Namun, setelah sosialisasi warga memahami dan tidak masalah dengan tarif maupun reklasifikasi PDAM,”jelas Rusdi.
Namun,lanjut Rusdi,yang diinginkan dari pelanggan adalah pelayanan maksimal dari perusahaan milik pemkab tersebut.”Kecepatan pelayanan dan airnya lancar.Soal kenaikan maupun reklasifikasi,warga bisa memahami, karena sudah sesuai aturan yang di atasnya,”jelas Rusdi.
Dialog berakhir sekitar pukul 15.30.Ini dengan komitmen akan mengkaji ulang Perbup No 20 tahun 2010.(rif/sad)

radarmadiun

Tagged with:    

About the author /


Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja. Profil : Google + Komunitas Blogger Magetan

3 Comments

  1. asri suka air

    AIR KE RUMAH – RUMAH MATI TERUS…PRIPUN..BAYARE PUN MUNDAK TERUS LOO…SEPURANE YA…???????

  2. warga magetan

    Yang paling tidak masuk akal adalah klasifikasi pelanggan rumah tangga yang penggolongannya berdasarkan luas bangunan pelanggan, ini arahnya kemana seh ?, kalau memang maunya membedakan tarif untuk gol. menengah, atas atau bawah, cari dong cara yang lebih tepat, survey penghasilannya misalnya (ini lebih relevan).
    Para Dewan yang terhormat ini kan orang-orang pinter (minimla pinter omong lah ya) masak Perbup kaya gini disetujui hadahhhhh !. Yang dipingini rakyat itu ya segala sesuatu iru akuntable, bisa dipertanggungjawabkan alasannya. Saya tahu, klasifikasi itu bertujuan untuk subsidi silang kan?, tapi cara penentuannya menurut saya gak bener. Terus di dalam brosur edaran, disampaikan bahwa klasifikasi dilakukan oleh konsultan, mana ya selama ini gak pernah ada konsultan yang datang ke rumah, orang sekampung tak tanyai juga gak ada yang merasa didatangi konsultan tuh, jadi gimana neh kebenarannya ?.

    Air yang ngalir sring telat, tapi diminta tarifnya meningkat, dimana unsur keadilannya ?….

  3. warga magetan

    Yang paling tidak masuk akal adalah klasifikasi pelanggan rumah tangga yang penggolongannya berdasarkan luas bangunan pelanggan, ini arahnya kemana seh ?, kalau memang maunya membedakan tarif untuk gol. menengah, atas atau bawah, cari dong cara yang lebih tepat, survey penghasilannya misalnya (ini lebih relevan).
    Para Dewan yang terhormat ini kan orang-orang pinter (minimla pinter omong lah ya) masak Perbup kaya gini disetujui hadahhhhh !. Yang dipingini rakyat itu ya segala sesuatu iru akuntable, bisa dipertanggungjawabkan alasannya. Saya tahu, klasifikasi itu bertujuan untuk subsidi silang kan?, tapi cara penentuannya menurut saya gak bener. Terus di dalam brosur edaran, disampaikan bahwa klasifikasi dilakukan oleh konsultan, mana ya selama ini gak pernah ada konsultan yang datang ke rumah, orang sekampung tak tanyai juga gak ada yang merasa didatangi konsultan tuh, jadi gimana neh kebenarannya ?.

    Air yang ngalir sring telat, tapi diminta tarifnya meningkat, dimana unsur keadilannya ?….

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Info Kerajinan

Kerajinan Bambu Ringinagung
Posted in: Info Kerajinan

Kerajinan Bambu ini juga merupakan satu dari beberapa kerajinan yang ada di kota magetan, seperti kerajinan kulit dan batik sidomukti. Sentra Kerajinan Bambu ini terletak di Desa Ringin Agung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Ketika kita melewati jalan aspal menuju desa ringin agung ini, nampak di sebelah kanan kiri jalan banyak kerajinan bambu yang sedang dijemur […]

Read More

Info Hotel dan Villa

Info Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Staff Marketing di Koperasi
Posted in: Lowongan Pekerjaan

Lowongan kerja di Magetan. Dibutuhkan Staff marketing dan Kolektor untuk wilayah kabupaten magetan. Dengan syarat sebagai berikut : Jujur dan disiplin Pria Minimal Pendidikan SMU/Sederajat Punya motor sendiri dan SIM C Usia maksimal 35 tahun Fasilitas : Gaji Pokok Bonus Jenjnag Karir Dll Bagi anda yang tertarik dan sesuai dengan persyaratan diatas silahkan kirim surat […]

Read More