Categories

  • No categories

1 Nov | in berita, magetan   0

Ketua DPC Demokrat Mlempem

Gonjang-ganjing politik terjadi di tubuh Partai Demokrat Magetan. Kepemimpinan Ketua DPC Teguh Martodiryo disorot kader-kadernya. Bahkan, sejumlah PAC (pengurus anak cabang) sudah melayangkan pengaduan ke DPD Jawa Timur dan DPP Demokrat.

Surat pengaduan tersebut ditanda tangani oleh 10 PAC Demokrat. PAC-PAC yang mengadu ke Surabaya dan Jakarta itu, yakni : Maospati, Karas, Kawedanan, Poncol, Plaosan, Lembeyan, Bendo, Sukomoro, Takeran dan Karangrejo.

”Ketua DPC tidak komunikatif. Hampir tidak pernah konsolidasi. Sehingga, jajaran di bawah tidak tahu arah guna menentukan strategi politik.” Begitu bunyi salah satu butir pengaduan PAC yang dikirim ke DPD Jatim dan DPP Demokrat.

Dalam surat pengaduan setebal lima halaman tersebut, Teguh yang mantan Direktur RSU dr Sayidiman Magetan itu juga dilaporkan terkait penggunaan anggaran. Baik itu dana bantuan politik, iuran caleg, dan anggaran pembekalan saksi serta dana koordinator desa (kordes) pemilu.

”Hampir tidak pernah ada rapat. Baru-baru ini, kami berusaha melakukan pertemuan dengan Ketua DPC, dua kali janji rapat batal terus,” ujar salah seorang ketua PAC Demokrat yang tak mau namanya dikorankan, kemarin (31/10).

Menurut Komandan Satgas Partai Demokrat, Wito Warsito, pihaknya juga jarang diajak bicara oleh Ketua DPC Teguh Martodiwiryo. Sehingga, kader di bawah, terutama di jajaran Satgas seperti anak ayam kehilangan induknya.

”Ketua DPC sering jalan sendiri, dibantu sejumlah pengurus yang loyal kepadanya. Ini kan tidak bagus untuk masa depan partai di tingkat lokal Magetan,” kata pria kumis tebal yang akrab disapa Jiman tersebut.

Menurut kader asal Maospati itu, DPD Jatim harus segera turun tangan guna mengurai kebuntuan komunikasi serta masalah yang terjadi di tubuh Demokrat Magetan, di bawah kepemimpinan Teguh.

”Jangan sampai berlarut. Karena sesungguhnya, ada banyak masalah yang membelit Demokrat Magetan. Kami sebagai kader khawatir jika ini berlarut akan membuat konstituen tidak percaya lagi dengan Demokrat,” ujar Jiman.

Saat dikonfirmasi Teguh memahami apa yang diutarakan kader-kadernya di level PAC dan Satgas. Itulah sebabnya, dia akan mengambil langkah-langkah guna merajut kembali kebersamaan di tubuh Demokrat Magetan.

”Keluhan kader itu sebuah dinamika politik. Setelah tugas mendampingi kader di dewan selesai, kami akan segera mengajak kader di bawah untuk duduk bersama,” ujar Teguh, kepada koran ini.

Teguh mengatakan, tidak semua yang dilaporkan kader di tingkat PAC kepada DPD Jatim dan DPP Demokrat benar. Dia mengaku, keberadaan kader amat penting perannya demi kemajuan partai. ”Pasti akan segera saya ajak bicara agar masalah misskomunikasi tersebut bisa segera terurai,” ungkapnya. (rif/tya)

jawapos

Kata Kunci Untuk Artikel ini :

Artikel yang Berhubungan:

Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.

Share this

  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Banner Blogger Magetan

Banner KOBAMATA