Categories

  • No categories

17 Mar | in berita, magetan   0

Khidmat, Upacar Tawqur Kesanga

Hujan deras mengiringi peringatan hari raya Nyepi tahun baru Saka 1932 di Pura Sanggha Bhuwana, Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan, kemarin (15/3). Meski dipayungi mendung tebal, umat Hindu dari wilayah eks-Karesidenan Madiun, tampak khidmat mengikuti proses tawur kesanga.

Dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, upacara tawur kesanga berupa pengrupkan atau mecaru dipimpin pinandita Tjening Sutarna. Prosesi ini bertujuan menyucikan atau mengembalikan keseimbangan bhuwana agung dan bhuwana alit.

Setelah upacara selesai, dilakukan arak-arakan ogoh-ogoh dengan tiga patung kreasi umat Hindu. Patung bertubuh besar itu melambangkan sifat buruk yang pada Nyepi kali ini dinamai dengan Kalan Dengen, Mayadenawa dan Barong Ket.

”Pawai juga dimeriahkan atraksi barongsai dari umat Konghucu Tri Dharma. Ini dikandung maksud bahwa kerukunan umat beragama di Madiun dan sekitar, terjaga. Dan saling menghormati antar umat,” kata Gede Swamba, ketua Pura Sanggha Bhuwana Lanud Iswahjudi.

Selesai diarak, ketiga ogoh-ogoh tersebut dibakar di halaman pura. Pembakaran memiliki makna agar pengaruh-pengaruh negatif yang berada di dalam diri umat Hindu bisa lenyap.

Upacara hari raya Nyepi tahun baru Saka 1932 ini diawali dengan melasti. Tradisi mengambil air suci itu dilakukan di waduk Tawun, Ngawi, Minggu (14/3). Upacara melasti bertujuan melebur segala macam kotoran pikiran, perkataan serta guna memperoleh tirta suci untuk kehidupan.

Sesuai hakikat hari raya Nyepi, umat Hindu wajib melakukan tapa, bhrata, yoga dan semadi. Bentuknya, amati geni atau tidak menyalakan api dengan tidak mengobarkan hawa nafsu. Kemudian amati karya tidak menggelar kegiatan kerja untuk meningkatkan kegiatan kerohanian. ”Lalu, amati lelungan, yaitu tidak bepergian tetapi lebih mawas diri dan terakhir amati lelanguan yang dimaksudkan tidak mengumbar kesenangan dan lebih memusatkan pikiran terhadap Ida Sanghyang Widi,” kata I Ketut Sarjana, ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Madiun. (rif/irw)

jawapos

Kata Kunci Untuk Artikel ini :

Artikel yang Berhubungan:

Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.

Share this

  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Banner Blogger Magetan

Banner KOBAMATA