Kisah
Mar 8th, 2009 | By Andik | Category: blogger magetanDAUD DAN GOLIATH
Dahulu kala ada seorang pemuda penggembala kambing yang menjadi pemain musik raja Israel yang bernama Saul. Bila sang raja sedih maka Dautlah yang menghiburnya dengan memainkan alat musiknya.
Pada waktu bangsa Israel sedang berperang dengan bangsa filistin, dan Israel sering mengalami kekalahan, yang disebabkan oleh keperkasaan rajanya, yaitu Goliath. Goliath adalah manusia yang kuat, berbadan besar dan tingginya 4 meter, Semua orang takut kepadanya.
Suatu ketika goliath yang sedang memimpin pasukannya berteriak, “ayo bangsa Israel, siapakah yang berani duel denganku,…, bila kalian menang kami akan mundur dan menyerah!, tetapi bila kalian kalah, maka kalian akan menjadi budak kami…
Tidak ada seorang Israel pun yang berani muncul mengadapi Goliath, karena semuanya takut.
Daud yang pada waktu itu betugas mengirimkan makanan bagi tentara di garis belakang mendengar teriakan tantangan Goliath, kemudian daud menghadap raja Saul dan berkata, “biarkanlah hamba melawan Goliath paduka.”.
Raja Saul tertawa, “Anak sekecil kamu bagaimana bisa mengalahkan raksasa Goliath yang berpengalaman bertempur?
Kata Daud, “hamba juga pernah membunuh singa yang waktu itu mencuri kambing hamba! Mudah mudahan hamba bisa membunuhnya seperti membunuh singan yang mencuri kambing hamba!”
Raja Saul berkata, “ kalau demikian baiklah, bunuh Goliath!”
Daud diberikan pedang oleh raja Saul, namun ia menolaknya, “Hamba tidak pernah memegang pedang, jadi tidak akan dapat menggunakan pedang untuk bertempur”.
Daud berangkat ke medan perang menghadapi Goliath hanya dengan bersenjatakan sebuah pelanting dan 5 butir batu bulat.
Goliath yang masih berteriak-teriak menantang orang Israel tiba-tiba tertawa, ketika melihat daud yang muncul menangga[pi tantangannya. “Ha..Ha..ha.. siapa kamu orang kerdil? Berani sekali kamu melawanku?! Sungguh lucu, mana pedangmu?”
Daud berkata, “Aku akan membunuhmu dengan pedangmu sendiri..!
Goliath tertawa lagi, “Gila kamu!” katanya sambil menuruni lereng bukit menuju Daud.
Daud mengeluarkan pelantingnya, mengisinya dengan sebutir batu bulat, lalu menembaknya kearah Goliath. Batu itu mengenai kepala raksasa Goliath, sehingga ia jatuh tersungkur tak sadarkan diri. Daud berlari dan buru-buru mencabut pedang Goliath lalu memenggal kepalanya.
Tentara Israel bersorak sorai kegirangan melihatnya, sebaliknya tentara Filistin lari kocar kacir melihat jagonya terbunuh oleh seorang anak kecil Daud.
Daud membawa kepala Goliath kepada raja Saul sebagai bukti keberhasilannya. Tentu raja Saul sangat gembira sekali atas perbuatan Daud yang sangat cerdik dan berani. Sebagai hadiah Daud diberi tempat tinggal di istana. Bertahun tahun kemudian Daud dinobatkan sebagai raja Israel setelah wafatnya raja Saul.
Pada waktu bangsa Israel sedang berperang dengan bangsa filistin, dan Israel sering mengalami kekalahan, yang disebabkan oleh keperkasaan rajanya, yaitu Goliath. Goliath adalah manusia yang kuat, berbadan besar dan tingginya 4 meter, Semua orang takut kepadanya.
Suatu ketika goliath yang sedang memimpin pasukannya berteriak, “ayo bangsa Israel, siapakah yang berani duel denganku,…, bila kalian menang kami akan mundur dan menyerah!, tetapi bila kalian kalah, maka kalian akan menjadi budak kami…
Tidak ada seorang Israel pun yang berani muncul mengadapi Goliath, karena semuanya takut.
Daud yang pada waktu itu betugas mengirimkan makanan bagi tentara di garis belakang mendengar teriakan tantangan Goliath, kemudian daud menghadap raja Saul dan berkata, “biarkanlah hamba melawan Goliath paduka.”.
Raja Saul tertawa, “Anak sekecil kamu bagaimana bisa mengalahkan raksasa Goliath yang berpengalaman bertempur?
Kata Daud, “hamba juga pernah membunuh singa yang waktu itu mencuri kambing hamba! Mudah mudahan hamba bisa membunuhnya seperti membunuh singan yang mencuri kambing hamba!”
Raja Saul berkata, “ kalau demikian baiklah, bunuh Goliath!”
Daud diberikan pedang oleh raja Saul, namun ia menolaknya, “Hamba tidak pernah memegang pedang, jadi tidak akan dapat menggunakan pedang untuk bertempur”.
Daud berangkat ke medan perang menghadapi Goliath hanya dengan bersenjatakan sebuah pelanting dan 5 butir batu bulat.
Goliath yang masih berteriak-teriak menantang orang Israel tiba-tiba tertawa, ketika melihat daud yang muncul menangga[pi tantangannya. “Ha..Ha..ha.. siapa kamu orang kerdil? Berani sekali kamu melawanku?! Sungguh lucu, mana pedangmu?”
Daud berkata, “Aku akan membunuhmu dengan pedangmu sendiri..!
Goliath tertawa lagi, “Gila kamu!” katanya sambil menuruni lereng bukit menuju Daud.
Daud mengeluarkan pelantingnya, mengisinya dengan sebutir batu bulat, lalu menembaknya kearah Goliath. Batu itu mengenai kepala raksasa Goliath, sehingga ia jatuh tersungkur tak sadarkan diri. Daud berlari dan buru-buru mencabut pedang Goliath lalu memenggal kepalanya.
Tentara Israel bersorak sorai kegirangan melihatnya, sebaliknya tentara Filistin lari kocar kacir melihat jagonya terbunuh oleh seorang anak kecil Daud.
Daud membawa kepala Goliath kepada raja Saul sebagai bukti keberhasilannya. Tentu raja Saul sangat gembira sekali atas perbuatan Daud yang sangat cerdik dan berani. Sebagai hadiah Daud diberi tempat tinggal di istana. Bertahun tahun kemudian Daud dinobatkan sebagai raja Israel setelah wafatnya raja Saul.




