Konfercab III PDIP Kisruh
Jan 21st, 2010 | By admin | Category: berita, magetanKonfercab III PDI Perjuangan Magetan, yang digelar kemarin (20/1) berakhir deadlock. Ini setelah sejumlah pengurus PAC (pengurus anak cabang) membubarkan paksa sidang yang dipimpin oleh wakil sekretaris DPD PDIP Jatim, Sumrambah.
Saat dibuka, sekitar pukul 10.00, sebenarnya konfercab berlangsung lancar. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sumantri, dan sejumlah ketua partai di Magetan. Tanda-tanda akan kisruh terjadi sesaat setelah pembukaan selesai.
Sekitar pukul 11.25, Prayogo yang juga koordinator wilayah (korwil) PDIP di Madiun bersama sejumlah pengurus PAC dan simpatisan ramai-ramai menuju gedung sekretariat DPC PDIP di Jalan Raya Sukomoro-Magetan.
Puluhan massa tersebut naik tangga menuju ruang konfercab yang berada di lantai II. Pintu ruang sidang sebenarnya ditutup rapat dan dijaga satgas PDIP. Namun, pintu langsung digedor dan dari dalam dibuka.
Prayogo dan sejumlah pengurus PAC melakukan interupsi kepada pimpinan sidang Sumrambah. Di bagian lain, massa yang emosi berteriak-teriak dan bertindak anarkis. Meja yang ada di ruang sidang di balik dan kacanya pecah. Samsi dan jajaran pengurus DPC yang duduk pun mencoba menenangkan massa kubu Prayogo.
Namun di belakang, massa membanting-banting kursi plastik warna merah dan ada yang merusaknya. ”PDI Perjuangan dibangun berdasarkan ideologi. Jangan rusak partai ini dengan politik uang. Tolong DPD tahu dan menindaklanjuti aspirasi PAC. Konfercab harus dibubarkan sebelum masalah ini klir,” kata Prayogo.
Pimpinan sidang Sumrambah hanya diam melihat hal ini. Kemudian, oleh pengurus DPC dan Prayogo dibawa ke ruang ketua DPC. Akhirnya, diputuskan bahwa Konfercab III PDIP Magetan ditunda.
”Kami akan menyelesaikan masalah ini sesuai aturan di internal partai. Soal kapannya, masih melihat jadwal dan melakukan klarifikasi kepada jajaran pengurus DPC dan PAC,” kata Sumrambah.
Menurut Prayogo, pelaksanaan konfercab sudah menyalahi SK No. 435/kpts/DPP/XI/2009. Yakni, tentang adanya dugaan politik uang, dan intimidasi. ”Ada PAC yang sudah melapor ke DPD. Mengapa ini tidak ditanggapi. Jelas, Samsi harus gugur sebagai calon karena pelanggaran pelaksanaan Rapat PAC,” kata dia.
Kekecewaan juga ditunjukkan Fitri Mujiwartono, Ketua PAC PDIP Maospati. Sebab, dirinya merasa ditilap sejak pelaksanaan Rapat PAC. Bahkan, untuk konfercab ini, dirinya tidak mendapat undangan.
”Saya ini sah sebagai ketua PAC. Mengapa hak saya sebagai peserta konfercab dibunuh. Sejak Rapat PAC hingga konfercab ini penuh dengan akal-akalan dan tidak sah,” jelas Tono, panggilan Fitri Mujiwartono.
Dia mengaku tidak mempermasalahkan siapa pun yang menjadi ketua DPC. Asalkan tahapan Konfercab yang dimulai dari Rapat PAC dilakukan sesuai dengan SK No. 435. ”Kalau Rapat PAC sudah menyalahi aturan, maka konfercab sudah tidak sah dan harus diulang,” kata dia. (rif/isd)
jawapos





baca berita online , sedih rasanya…..ampe ada kekerasan lagi di kalangan partai…ampuun brooo jaman dah tehnologi gak usah gebuk2an , apa lagi ampe angkat kerah wabupnya sendiri…gak ada otax and gak punya moral…coba , bilangnya sedarah ,separtai , seperjuangan ,setujuan and so on motto maju yg lainnya, tapi nyat…anya baru aja pilihan ketua kita orang dah geger gak karu2an apalagi ketika bangsa ini dititipkan pada anda2 semua yg merasa hebat dan mampu tapi tidak punya aturan……..? mau dibawa kemana bangsa ini…? boro2 cerita bangsa ….lingkup kabupaten aja dah gak karu2 an caranya…..sadar brooo…sadar….yg menang silahkan lanjutkan pemerintahan dengan system yg sesuai prosedur…yg kalah…harus mendoakan dan dukung pemenang agar senantiasa mampu dalam menjalankan tugasnya , simple khan…. and semua pasti lancar…., dunia ini akan terasa indah apabila masing2 manusianya mengerti diri sendiri dan menghormati manusia yang lain .jadi berkaca sebelum bertindak adalah hal paling tepat anda lakukan.