Categories

  • No categories

30 Dec | in berita, magetan   0

Lawu Tetap Dibuka

Meski baru ada dua pendaki tewas, kawasan wisata religi di Puncak Gunung Lawu, Magetan tidak akan ditutup. Ini ditegaskan oleh Kapolres AKBP Jakub Prajogo setelah melakukan evaluasi keamanan di kawasan tersebut. ”Kejadian kemarin (dua santri tewas, red) lebih ke human error. Jadi tidak alasan melakukan penutupan walaupun untuk sementara waktu,” kata kapolres, kemarin (29/12).

Menurut dia, ada banyak hal yang harus ditaati bagi masyarakat yang akan melakukan pendakian di gunung yang memiliki ketinggian 3.265 DPL itu. Terutama, bagi rombongan dalam jumlah besar, seperti dari Pondok Condromowo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, hari Minggu lalu.

”Meski berpengalaman mendaki, kalau dalam jumlah besar, tolong koordinasi dengan Tim SAR atau petugas pos pemantau terdekat, dan kepolisian. Sehingga, bisa dilakukan pendampingan selama pendakian,” ujar Jakub.

Prosedur lain, himbau kapolres, pendaki rombongan besar melakukan penundaan jika cuaca tidak memungkinkan. Termasuk, pengecekan kondisi kesehatan dan ketahanan tubuh. ”Sebab, jika kondisi kesehatan tidak fit akan riskan. Itu karena medan dan perbedaan suhu antara dataran tinggi dan bawah yang mencolok,” terang dia.

Khusus untuk rute pendakian menuju puncak Argo Dumilah, selama ini, kebanyakan pendaki masuk melalui pintu Cemorosewu, Magetan dan Cemorokandang, Karanganyar. Di kedua pintu masuk ini, ada petugas yang stanby dan siap menjadi guide selama berangkat dan pulang mendaki.

”Jika jumlah pendaki banyak, menyertakan tim medis adalah langkah positif. Sehingga, manakala terjadi sesuatu selama pendaki akan bisa dilakukan pertolongan secepatnya,” ungkap kapolres.

Informasi yang diterima koran ini, pasca kejadian meninggalnya dua santri Pondok Condromowo, rombongan pendaki yang naik ke puncak Gunung Lawu tidak surut. Bahkan, hampir setiap hari ada yang ijin mendaki.

”Prosedurnya, setiap ada pendaki yang naik, pasti ijin dulu di pos pantau. Baik di Cemorosewu maupun di Cemorokandang. Kemudian, meninggalkan KTP serta jadwal kepulangan,” ujar Heri Cangkol, petugas SAR dari Anak Gunung Lawu (AGL) yang stanby di Pos Pemantau Cemorokandang.

Selain itu, tim AGL akan melakukan pengecekan dan pengarahan tentang cuaca serta rute-rute yang harus diwaspadai. ”Termasuk pengarahan bila ada hal-hal yang darurat,” tambah Heri. Untuk menuju puncak Gunung Lawu, dari Cemorokandang, pendaki harus melewati sejumlah pos. Yakni, Pos I Taman Sari Bawah (2.300 DPL), lalu menuju Pos II Taman Sari Atas (2.470 DPL). Perjalanan dilanjutkan ke Parang Gupito, Pos Bayangan, Jurang Pangarip-arip dan istirahat di Pos III (2.760 DPL).

Setelah dari Pos III, pendakian dilanjutkan menuju Sendang Panguripan, Cokro Srengenge dan berhenti di Pos IV (3.025 DPL). Lantas menuju ke Pos V, Argo Dalem (3.170 DPL), Sendang Drajat dan tiba di Puncak Argo Dumilah (3.265 DPL). (rif/tya)

jawapos

Kata Kunci Untuk Artikel ini :

Artikel yang Berhubungan:

Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.

Share this

  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons
  • social icons

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Banner Blogger Magetan

Banner KOBAMATA