Mabuk Di ATM

Sep 8th, 2009 | By nonreni | Category: blogger magetan

Nggak seperti biasa, tadi malam nonreni pergi ke ATM sekitaran jam 1 malam, karena ada permintaan dari jauh untuk minta ditransfer, karena pagi-pagi benar harus sudah diterima. Selain itu sekalian nyari makan sahur.

atm-machine

Di depan ATM ada perempuan setengah baya, dari gurat wajahnya keliahatan bersih dan bisa di bilang cantik, bersandar di sepeda motor dan berusaha memalingkan wajahnya dari pandangan nonreni.
Sedangkan didalam ada seorang laki-laki berjaket kulit hitam berperawakan tinggi besar, dan malam itu ada 3 ATM namun yang 2 ada tulisan “ATM rusak tidak bisa dipergunakan”.

Karena terlanjur didalam saya menunggu antri setelah si “bapak berjaket hitam” ini.
Lama dan kelihatan kesulitan si bapak memasukkan kartu ATM ke anjungan, karena hampir 7 kalian gagal lalu nonreni memberanikan diri untuk membantu, terlihat kartu ATM si bapak masih terbungkus plastik, pantesan nggak masuk-masuk.
Namun si bapak dengan tangannya mempersilahkan nonreni untuk mengambil uang duluan, setelah nonreni mengambil uang dan memasukan kartu ATM ke dalam dompet, si bapak memandangi nonreni seakan minta bantuan.
“Perlu bantuan pak?” tawar nonreni, si bapak cuma mengangguk, seraya menyerahkan kartu ATM dan kertas kecil berisi PIN.
“Ini rahasia lo pak, bapak percaya sama saya?” nonreni meyakinkan si bapak, dan sambil menggelengkan kepala si bapak.
Lalu kartu ATM nonreni masukan kedalam lubang anjungan dan sekali masuk, karena plastik pembungkus sudah nonreni lepas, lalu PIN saya ketik dan muncul permintaan, si bapak menunjuk angka 500.000 lalu, tekan tombol “ya” uang-pun keluar Rp.500.000,-, sebelum nonreni keluar si bapak mengucapakan terima kasih, dan baru ini suara bapak keluar sejak sama-sama dalam satu kamar ATM, dan Brengs…………… bau aroma alkohol keluar dari mulut si bapak, dan nonreni cuma mengangguk.
dan di luar si wanita memandangi nonreni seraya mengangguk, dan baru ketahuan mata si wanita merah dan bahu alkohol.

Dalam perjalanan pulang ketakuatan, dan andaiandai muncul di benak nonreni.
Malah selintas pikiran kotor nonreni, jam-jam segini buat apa mengambi uang dan sama-sama mabuk, jangan-jangan………, pikiran jangan-jangan terus menghantui sampai rumah.
Jangan-jangan nonreni tadi membantu orang, dan jangan-jangan uang tersebut di pakai hal-hal yang nggak baik, terus pikiran itu menghantui.
Namun setelah makan sahur baru gangguan pikiran hilang, nonreni berpedoman nolong itu harus iklas, iklas nggak boleh pandang bulu, kepda siapa saja yang membutukan.
Urusan mau dipakai apa itu urusan yang bersangkutan dan urusan ALLOH.
Pikiran kotor nonreni adalah penyakit, merasa diri benar, dan menganggap orang lain remeh.
Padahal kerjaan nonreni tiap hari menolong orang siapa saja, nggak boleh membeda-bedakan, apapun pekerjaan, apapun latar belakang, apapun baik buruk, Wajib nonreni tolong seperti janji waktu lulus sekolah dulu.
“Ampuni aku Ya ROBBI atas khilafku, atas sok suciku”

This entry was posted on Tuesday, September 8th, 2009 and is filed under blogger magetan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Sponsors

 

Banner Blogger Magetan


    Copy Code di Bawah :


Jejaring


Foto Magetan