8 Mar | in berita, magetan, telaga sarangan 3
Minta Disparbudpora Lakukan Kajian
Maraknya pedagang kaki lima(PKL)di sekitar Telaga Sarangan Magetan menjadi perhatian Bupati Sumantri. Dia meminta agar Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga(Disparbudpora) melakukan kajian terkait penataan PKL di Sarangan.
”PKL di Sarangan memang perlu dilakukan penataan. Tidak seperti sekarang ini,yang sudah sangat banyak dan kurang sedap dipandang mata. Kondisi sekarang ini kurang bagus untuk mendukung wisata Sarangan,”terang bupati,kemarin(5/3).
Sumantri mengatakan hal itu dalam staff meeting pada acara Sambang Deso di Balai Desa Pupus,Kecamatan Lembeyan. Bola tersebut dilempar bupati setelah Kepala Disparbudpora,Suwaji memberikan paparan tentang rencana pengembangan pariwisata di Magetan.
”Apakah perlu dibangunkan pasar wisata di Taman Anak-anak. Atau bagaimana, tolong Bappeda dan Disparbudpora melakukan kajian. Sehingga, ketika diputuskan dibangun, pasar wisata tersebut benar-benar bermanfaat,” kata bupati.
Dia mengatakan,keputusan penataan PKL di Sarangan memang tidak bisa serta merta dilakukan.Namun,perlu kajian dan bahkan melihat kemampuan anggaran pemkab. ”Saya dapat pengaduan dari sejumlah tokoh masyarakat di Sarangan soal PKL di seputar telaga,”ujar dia.
Diungkapkan,tanpa ada pembangunan pasar wisata di Sarangan,akan sulit melakukan penataan PKL. ”Sepertinya,jumlah PKL semakin banyak. Kenyataan ini memang efek dari kian berkembangnya Sarangan.”
Selain itu, Sumantri juga meminta agar Disparbudpora memperbanyak even yang mampu menarik wisatawan,baik lokal maupun dari luar kota. ”Selama ini, acaranya monoton.Kemasannya kurang menarik,”jelas dia.
Sayangnya, dalam paparan di hadapan Bupati Sumantri dan kepala satuan kerja,Disparbudpora sama sekali tidak menyentuh konsep-konsep pengembangan olahraga serta dunia kepemudaan di Magetan. Yang dibahas hanya masalah wisata yang juga terkesan monoton. (rif/isd)
radarmadiun
Kata Kunci Untuk Artikel ini :
Artikel yang Berhubungan:
Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.
3 Comments
kecilku dulu pernah ke sarangan dimana dulu masih terdapat monyet/kera dipohon-pohon. terakhir sekitar tahun 90an bersama teman2 Pramuka Ps.Minggu adakan kegiatan kemah sekaligus pendakian Gn.Lawu. belum lama ini June’10 hanya melewati saja karena ambil jalan pintas via Solo dan kembali ke Jakarta setelah penguburan adik kami. waah indah sekali pemandangan di atas lika-liku jalan, sepertinya kalah deh Puncak – jawa barat.
.-= ipung´s last blog ..Dimana Bapak =-.
Untuk kajian masalah PKL di kawasan Wisata Telaga Sarangan sudah sangat terlambat, dikarenakan oleh kebijakan Pemda Magetan yang terdahulu. Dimana area yang menjadi pasar wisata, area bermain anak-anak, balai desa dan masjid sebagian telah dijual pada pihak swasta dan dialih fungsikan menjadi hotel.
Dan kemudian tata ruang yang bisa dianggap gagal, sehingga berakibat semrawutnya kawasan wisata. Sekitar awal ’90an PKl yg dulu tertata rapi di sebelah timur telaga (sekarang jadi taman bermain anak), sekarang tersebar di seputar pinggir telaga.
Jika ada niat merelokasi ke tempat yang tidak strategis seperti beberapa tahun lalu, akan berdampak buruk bagi wisata itu sendiri. Selain dampak ekonomi khususnya para pedagang, juga dampak sosial dari pemberitaan media massa karena Telaga Sarangan sudah dikenal seantero dunia….
Selain itu kurangnya penambahan fasilitas2 penunjang yang memudahkan wisatawan…
Kami berharap masalah ini dikaji dengan bijak, karena Wisata Telaga Sarangan adalah penyumbang PAD terbesar (+/- Rp 1,5 M / tahun). Sehingga tidak menjadi polemik yang berkepanjangan…
KARENA INI SEMUA UNTUK MAGETAN TERCINTA………..
aku rindu sarangan…
tetap jaga keindahannya, jangan mbangun terus tanpa memperhatikan lingkungan…
saranganku, saranganmu, sarangan kita, mari kita jaga bersama…
.-= aris´s last blog ..DAMPAK SUTET2 ENGGAK PERLU TAKUT LAGI =-.