<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Minta Disparbudpora Lakukan Kajian</title>
	<atom:link href="http://kotamagetan.com/minta-disparbudpora-lakukan-kajian.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kotamagetan.com/minta-disparbudpora-lakukan-kajian.html</link>
	<description>Kecil Tak Berarti Berkecil Hati dan Berdiam Diri</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 03:52:27 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: aris</title>
		<link>http://kotamagetan.com/minta-disparbudpora-lakukan-kajian.html/comment-page-1#comment-2756</link>
		<dc:creator>aris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 20:55:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kotamagetan.com/?p=8400#comment-2756</guid>
		<description>aku rindu sarangan...
tetap jaga keindahannya, jangan mbangun terus tanpa memperhatikan lingkungan...

saranganku, saranganmu, sarangan kita, mari kita jaga bersama...
.-= aris&#180;s last blog ..&lt;a href=&quot;http://trans1arsyifa.wordpress.com/2010/12/13/dampak-sutet2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;DAMPAK SUTET2 ENGGAK PERLU TAKUT LAGI&lt;/a&gt; =-.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku rindu sarangan&#8230;<br />
tetap jaga keindahannya, jangan mbangun terus tanpa memperhatikan lingkungan&#8230;</p>
<p>saranganku, saranganmu, sarangan kita, mari kita jaga bersama&#8230;<br />
.-= aris&#180;s last blog ..<a href="http://trans1arsyifa.wordpress.com/2010/12/13/dampak-sutet2/" rel="nofollow">DAMPAK SUTET2 ENGGAK PERLU TAKUT LAGI</a> =-.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: njebik</title>
		<link>http://kotamagetan.com/minta-disparbudpora-lakukan-kajian.html/comment-page-1#comment-1997</link>
		<dc:creator>njebik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 06:12:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kotamagetan.com/?p=8400#comment-1997</guid>
		<description>Untuk kajian masalah PKL di kawasan Wisata Telaga Sarangan sudah sangat terlambat, dikarenakan oleh kebijakan Pemda Magetan yang terdahulu. Dimana area yang menjadi pasar wisata, area bermain anak-anak, balai desa dan masjid sebagian telah dijual pada pihak swasta dan dialih fungsikan menjadi hotel.
Dan kemudian tata ruang yang bisa dianggap gagal, sehingga berakibat semrawutnya kawasan wisata. Sekitar awal &#039;90an PKl yg dulu tertata rapi di sebelah timur telaga (sekarang jadi taman bermain anak), sekarang tersebar di seputar pinggir telaga.
Jika ada niat merelokasi ke tempat yang tidak strategis seperti beberapa tahun lalu, akan berdampak buruk bagi wisata itu sendiri. Selain dampak ekonomi khususnya para pedagang, juga dampak sosial dari pemberitaan media massa karena Telaga Sarangan sudah dikenal seantero dunia....
Selain itu kurangnya penambahan fasilitas2 penunjang yang memudahkan wisatawan...
Kami berharap masalah ini dikaji dengan bijak, karena Wisata Telaga Sarangan adalah penyumbang PAD terbesar (+/- Rp 1,5 M / tahun). Sehingga tidak menjadi polemik yang berkepanjangan...
KARENA INI SEMUA UNTUK MAGETAN TERCINTA...........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk kajian masalah PKL di kawasan Wisata Telaga Sarangan sudah sangat terlambat, dikarenakan oleh kebijakan Pemda Magetan yang terdahulu. Dimana area yang menjadi pasar wisata, area bermain anak-anak, balai desa dan masjid sebagian telah dijual pada pihak swasta dan dialih fungsikan menjadi hotel.<br />
Dan kemudian tata ruang yang bisa dianggap gagal, sehingga berakibat semrawutnya kawasan wisata. Sekitar awal &#8217;90an PKl yg dulu tertata rapi di sebelah timur telaga (sekarang jadi taman bermain anak), sekarang tersebar di seputar pinggir telaga.<br />
Jika ada niat merelokasi ke tempat yang tidak strategis seperti beberapa tahun lalu, akan berdampak buruk bagi wisata itu sendiri. Selain dampak ekonomi khususnya para pedagang, juga dampak sosial dari pemberitaan media massa karena Telaga Sarangan sudah dikenal seantero dunia&#8230;.<br />
Selain itu kurangnya penambahan fasilitas2 penunjang yang memudahkan wisatawan&#8230;<br />
Kami berharap masalah ini dikaji dengan bijak, karena Wisata Telaga Sarangan adalah penyumbang PAD terbesar (+/- Rp 1,5 M / tahun). Sehingga tidak menjadi polemik yang berkepanjangan&#8230;<br />
KARENA INI SEMUA UNTUK MAGETAN TERCINTA&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ipung</title>
		<link>http://kotamagetan.com/minta-disparbudpora-lakukan-kajian.html/comment-page-1#comment-1680</link>
		<dc:creator>ipung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 10:05:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kotamagetan.com/?p=8400#comment-1680</guid>
		<description>kecilku dulu pernah ke sarangan dimana dulu masih terdapat monyet/kera dipohon-pohon. terakhir sekitar tahun 90an bersama teman2 Pramuka Ps.Minggu adakan kegiatan kemah sekaligus pendakian Gn.Lawu. belum lama ini June&#039;10 hanya melewati saja karena ambil jalan pintas via Solo dan kembali ke Jakarta setelah penguburan adik kami. waah indah sekali pemandangan di atas lika-liku jalan, sepertinya kalah deh Puncak - jawa barat.
.-= ipung&#180;s last blog ..&lt;a href=&quot;http://rumahbacamas3h.wordpress.com/2010/08/25/dimana-bapak/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Dimana Bapak &lt;/a&gt; =-.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kecilku dulu pernah ke sarangan dimana dulu masih terdapat monyet/kera dipohon-pohon. terakhir sekitar tahun 90an bersama teman2 Pramuka Ps.Minggu adakan kegiatan kemah sekaligus pendakian Gn.Lawu. belum lama ini June&#8217;10 hanya melewati saja karena ambil jalan pintas via Solo dan kembali ke Jakarta setelah penguburan adik kami. waah indah sekali pemandangan di atas lika-liku jalan, sepertinya kalah deh Puncak &#8211; jawa barat.<br />
.-= ipung&#180;s last blog ..<a href="http://rumahbacamas3h.wordpress.com/2010/08/25/dimana-bapak/" rel="nofollow">Dimana Bapak </a> =-.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

