Citra Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Magetan tercoreng. Itu setelah NA, 35, salah seorang PNS di lingkup pemkab setempat, tepergok tengah pesta sabu-sabu. Abdi negara tersebut diduga sudah setahun terakhir menjadi pecandu narkotika dan menjadi target operasi (TO) polisi. DA ditangkap petugas Selasa (13/3) siang sekitar pukul 14.00. Saat itu, dia tengah asyik pesta narkoba bersama HS, 35, salah seorang rekannya, di rumah NA di Jalan Gitadini, Kelurahan Sukowinangun, Magetan. Berawal dari informasi masyarakat, kami berhasil menangkap keduanya. Saat ditangkap, keduanya tengah asyik pesta narkoba, kata Kasat Resnarkoba Polres Magetan AKP Ruwajianto, kemarin (15/3).
Dari penggerebekan itu, ditemukan tiga buah plastik klip berisikan sabu dengan berat total 2,57 gram. Selain itu, 0,34 gram daun ganja kering yang dibungkus satu buah plastik klip. Diamankan pula barang bukti lain seperti satu unit aluminium foil, tiga buah botol atau seperangkat alat pengisap sabu, empat buah korek api, serta satu buah tas kain. Dia (NA, Red) memang TO kami. Dan selaras dengan pengakuannya, NA sudah menjadi pengguna selama setahun terakhir, terang Ruwajianto.

Sementara, HS diduga baru menjadi pengguna narkoba selama sebulan terakhir. Pasca penangkapan ini, kami tetap melakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan tersangka juga memiliki jaringan di Magetan, termasuk oknum PNS lainnya, urai Ruwajianto. Kasubbag Humas Polres Magetan AKP Puryanto yang mendampingi Kasat Resnarkoba memastikan jika tersangka NA kesehariannya merupakan PNS di lingkup Pemkab Magetan. Memang benar, tersangka NA merupakan oknum PNS di Pemkab Magetan,terang Puryanto.

Atas perbuatan itu, kedua tersangka terancam dengan pasal 112 ayat (1) dan/atau pasal 111 ayat (1) subsidair pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan minimal empat tahun dengan pidana denda Rp 1 miliar, kata Puryanto. Sementara itu, NA mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Surabaya. Dia memperolehnya tanpa bantuan kurir, melainkan langsung ke Surabaya. Hanya saya gunakan untuk happy-happy. Saya beli sendiri di Surabaya, tanpa kurir, ucapnya singkat. (wka/isd)

radarmadiun