25 Jul | in berita, magetan 0
Omzet Penjualan Turun hingga 50 Persen
Omzet penjualan pangkalan elpiji di Magetan menurun. Pemicunya,warga mulai beralih ke bahan bakar lain,seperti minyak tanah(mitan)dan kayu bakar.Itu menyusul maraknya kasus meledaknya tabung bahan bakar jenis tersebut. Menurut Agus,pemilik pangkalan elpiji di Gorang-gareng, omzet penjualan isi ulang elpiji tiga kilogram turun hingga 50 persen.’Sebelum ada kasus ledakan, saya rata-rata per hari bisa jual 300 tabung. Tapi, begitu ledakan tabung gencar diberitakan,penjualan menurun.Sekarang rata-rata 150 tabung per hari,’kata Agus sembari melayani pembeli, kemarin(23/7).
Selain penurunan omzet,sejumlah pemilik pangkalan dan pengecer elpiji tiga kilogram di Magetan juga mengeluhkan tabung berkarat.Karena,jumlahnya semakin banyak.Tabung yang karatan tersebut,membuat masyarakat semakin ketakutan.
‘Kalau kiriman datang,pasti katutan tabung yang jelek.Nah,tabung yang jelek ini nggak bisa dijual karena masyarakat takut.Besoknya minta ganti ke truk pengirim,’terang salah seorang pemilik pangkalan di Magetan kota.
Di sisi lain,maraknya pemberitaan kasus ledakan elpiji membuat penjualan regulator laris manis.Warga yang sebelumnya menerima regulator pembagian pemerintah bersamaan dengan konversi energi memilih membeli yang baru.’Katanya regulator gratis itu mutunya jelek, makanya ini ganti yang baru dan berlogo SNI,’kata Wahyu,warga Maospati.
Sementara itu,harga elpiji di pasaran relatif stabil. Di toko-toko,harga bahan bakar yang disubsidi pemerintah tersebut berkisar antara Rp13,5 ribu sampai dengan Rp14ribu.(rif/isd)
radarmadiun
Kata Kunci Untuk Artikel ini :
Artikel yang Berhubungan:
Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.