Karut marut ujian perangkat desa di Dukuh Kwarigan,Desa/Kecamatan Sidorejo,Magetan tuntas sudah. Ini setelah panitia ujian mengaku terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan ujian.”Yang paling penting bagi kami,panitia mau mengakui kesalahan dan pelanggaran saat ujian perangkat yang lalu,”kata Dana Wahyudi, salah seorang peserta ujian perangkat desa,kemarin (14/4).
Pelaksanaan ujian perangkat desa tersebut telah dilaksanakan 23 Maret 2011 lalu.Saat itu,soal dan lembar jawaban setelah ujian sempat dibawa panitia dan dikoreksi.Namun,koreksi tidak melibatkan saksi.Ini yang dituding telah menyalahi aturan dalam tata tertib pelaksanaan tes.”Yang penting lagi,panitia juga sudah minta maaf,”terang Dana.

Bersamaan itu pula,panitia juga mengembalikan uang serta biaya pelaksanaan ujian.Dari uang yang masuk Rp 8 juta,dikembalikan Rp6juta.”Soal jumlah uang yang dikembalikan tidak masalah,”lanjut Dana. Dana dan calon perangkat lain sempat mengadukan kekisruhan ujian ini ke LSM LPBN Magetan.Kemarin, pihak calon yang mendaftar,panitia ujian dan kepala desa dipertemukan di kantor kecamatan yang difasilitasi Camat Sidorejo S Condrowati.

Sumini Andi Pribadi,keluarga Dana,mengatakan pengakuan ini bisa menjadi pelajaran bagi pelaksanaan ujian perangkat di wilayah lain.”Sehingga,ujian atau seleksi perangkat bisa dilakukan sesuai aturan dan hati-hati,”katanya. Dari surat pernyataan yang diterima koran ini,pihak calon perangkat yang tidak lulus akhirnya mencabut laporan kepada LSM LPBN.Selain itu,mereka menganggap karut marut pelaksanaan ujian perangkat sudah rampung dengan pengakuan dari panitia.Surat pernyataan itu ditandatangani Dana Wahyudi,LSM LPBN,panitia ujian Suparlan dan Kari,Kepala Desa Sidorejo.

Di hadapan calon,panitia dan kepala desa,Camat Condrowati menyatakan lega dengan selesainya kisruh Kwarigan.Yang jelas,kata dia,pihaknya sebagai kepala pemerintahan kecamatan berusaha memfasilitasi agar masalah ini menemukan titik terang.”Ke depan,kami wanti-wanti agar panitia ujian seleksi di wilayah kecamatan Sidorejo menjalankan aturan yang sudah dibuat,”kata ibu camat.(rif/sad)

radarmadiun