Pemkab Tolak Tuntutan APDM

Tuntutan Asosiasi Perangkat Desa Magetan (APDM) tentang kenaikan tunjangan kesejahteraan, gagal. Pemkab memastikan belum bisa mengabulkan karena kekuatan APBD 2010 sangat terbatas. Seperti dikatakan Kabag Administrasi Pemerintahan Umum, Eko Muryanto pihaknya belum bisa memberikan jawaban secara pasti. ”Kalau sudah berbicara soal anggaran, tentu harus melihat dulu kekuatan APBD. Kondisi ini yang harus dipahami teman-teman APDM,” katanya, kemarin (18/12).

Sebenarnya, pemkab sudah menganggarkan dana untuk perangkat, sekretaris dan kepala desa. Wujudnya berupa bantuan keuangan desa. Dengan besaran bervariasi. Untuk perangkat Rp 525 ribu/bulan, Sekdes Rp 375 ribu/bulan dan Kades Rp 275 ribu/bulan.

Hanya saja, APDM menuntut tunjangan kesejahteraan itu disetarakan dengan UMK Magetan, yakni Rp 650 ribu/bulan. Tuntutan tersebut mengemuka saat dialog APDM dengan jajaran pemkab, Kamis (17/12).

”Kondisi keuangan tidak bisa dipaksakan. Dan, teman-teman APDM sudah bisa memahami,” kata Eko. Saat ini, jumlah perangkat desa di Magetan sebanyak 2.270 orang. Sedangkan Sekdes ada 123 orang dan Kades 207 orang. Untuk pos bantuan keuangan desa tersebut, pemkab mengalokasikan dana Rp 23 miliar dalam APBD 2010.

‘Soal tuntutan APDM, pemkab tetap mengakomodasi. Akan tetapi, kondisinya tidak memungkinkan,” imbuhnya.

Dikatakan Eko, pada tahun 2010, dana alokasi umum (DAU) Magetan hanya naik Rp 14 miliar. Namun, kenaikan gaji pegawai negeri sipil dalam satu tahun mencapai Rp 38 miliar. ”Karena itu, pemkab menyurati Depdagari terkait dengan kekurangan anggaran untuk pos kenaikan gaji PNS,” ungkap Eko.

Ketua APDM Eko Suprasetyo mengatakan, tunjangan perangkat yang ada saat ini masih jauh dari UMK Magetan. Ia mengatakan, tidak bisa mengerti dengan alasan pemkab yang menyatakan kekuatan APBD 2010 terbatas.

”Alasan anggaran tidak cukup itu bukan menjadi dasar hukum yang kuat. Semua tergantung pengambil kebijakan. Dengan kenyataan ini, bupati selaku pemegang kebijakan tidak memperhatikan kondisi yang sebenarnya terhadap perangkat desa,” kata Mbah Wo, panggilannya.

Secara kelembagaan, dia mengaku akan segera berkonsultasi dengan Depdagri terkait dengan anggaran dan hak-hak perangkat desa. ”Secepatnya, akan konsultasi ke Jakarta,” terangnya. (rif/tya)

jawapos

Tagged with:     ,

About the author /


Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja. Profil : Google + Komunitas Blogger Magetan

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Info Kerajinan

Kerajinan Bambu Ringinagung
Posted in: Info Kerajinan

Kerajinan Bambu ini juga merupakan satu dari beberapa kerajinan yang ada di kota magetan, seperti kerajinan kulit dan batik sidomukti. Sentra Kerajinan Bambu ini terletak di Desa Ringin Agung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Ketika kita melewati jalan aspal menuju desa ringin agung ini, nampak di sebelah kanan kiri jalan banyak kerajinan bambu yang sedang dijemur […]

Read More

Info Hotel dan Villa

Info Lowongan Kerja

komunitas blogger magetan
Loker Aurera Rumah Sehat Magetan
Posted in: Lowongan Pekerjaan

Kami klinik “¬†Aurera Rumah Sehat “, sebuah perusahaan yng bergerak di bidang kesehatan membutuhkan karyawati dengan kriteria sebagai berikut : Syarat : Wanita, usia minimal 21 -35 Tahun Pendidikan minimal D3 Kesehatan Berpenampilan menarik dan komunikatif Jujur dan mempunyai etos kerja yang tinggi Fasilitas : Gaji pokok Rp. 2.000.000,- Gaji harian Gaji prestasi Gaji bonus […]

Read More