Kapolres Magetan AKBP Awi Setiyono menyatakan prihatin dengan maraknya kasus penipuan dan pencabulan sebagai dampak dari perkembangan teknologi informasi (TI).Karena itu,orang pertama di Polres Magetan itu memberi perhatian khusus.’Kalau saya cermati,angka tindak kejahatan yang berawal dari telepon seluler maupun internet semakin meningkat.Baik di Magetan atau di daerah lain,’kata kapolres kepada koran ini kemarin.
Dia mencontohkan kasus pencabulan di Magetan.Hanya karena berawal dari short message services(SMS) nyasar,seorang gadis disekap selama 11 hari.Selama itu pula,korban digauli layaknya suami istri,sebelum akhirnya digerebek warga.Selain itu,kapolres mengatakan beberapa kali mendapat laporan upaya penipuan mencatut nama pejabat melalui telepon seluler(ponsel).Alasannya,keluarganya sakit dan butuh dana serta beragam alibi lain yang menyebabkan seseorang secara tidak sadar mentransfer uangnya ke rekening tertentu.

‘Hampir setiap hari pasti ada pemberitaan di koran maupun televisi,adanya korban tindak kejahatan yang menggunakan fasilitas HP atau internet,’jelas perwira menengah asal Tulungagung tersebut.  Karena itu,dia menghimbau kepada masyarakat untuk hati-hati terkait dengan penggunaan telepon seluler. Terutama,adanya SMS maupun panggilan telepon nyasar dan tidak dikenal.

Tidak hanya itu,dengan ngetrennya situs jejaring sosial dan kemudahan akses internet,para orang tua diharapkan memberi perhatian lebih kepada anaknya. ‘Sebisa mungkin melakukan kontrol terhadap anak. Bagaimana lingkungan pertemanan dan lingkungan sekitar.Salah ssatu kuncinya adalah membekali anak dengan ilmu agama yang kuat,’papar dia. Dia juga berharap generasi muda untuk mengambil sisi positif dari kian pesatnya perkembangan teknologi informasi.’Jangan sampai yang namanya HP atau internet tersebut menjadi pemicu kejahatan,’(rif/sad)

radarmadiun