Hari pertama Ujian Nasional(Unas)SD/MI di Magetan kemarin(10/5)sedikit terkendala.Pelaksanaan unas relatif berjalan lancar.Namun,proses scaning lembar jawaban ujian(LJU)di dinas pendidikan(dindik) setempat sempat dihentikan pihak penyelenggaran unas provinsi. ”Penghentian scan LJU ini terjadi di seluruh kota di Jatim.Jadi bukan Magetan saja.Intinya ada program yang harus diganti dan saat ini masih dikirim dari Surabaya ke Magetan,”kata Bambang Trianto,kepala Dindik Magetan,kemarin(10/5).
Akibatnya,beberapa LJU yang sudah terkumpul di dindik sebagai pusat rayon belum bisa diproses lebih lanjut. ”Ya kami hanya menunggu petunjuk terbaru.Sedangkan saat ini LJU masih kami simpan dan kami amankan,” tegasnya. Sementara itu,di hari pertama unas SD/MI di Magetan kemarin hanya ada satu siswa yang absen lantaran sakit cukup serius.Yakni,Irvan Wahyu Widodo dari SDN Waduk 1,Kecamatan Takeran.”Nantinya dia akan menjalani ujian susulan pada 18-20 Mei mendatang,”urainya.

Itu berbeda dengan dua siswa lainnya yang juga tengah sakit.Yakni,Ardhinas Sujada dari SD Muhammadiyah Magetan yang masih bisa mengikuti ujian di rumah sakit.Satu lagi Agustin Vita Sari,siswi SDN Kartoharjo,yang menjalani ujian di rumahnya.”Kami berupaya semaksimal mungkin untuk ujian kali ini. Apabila masih ada peluang bisa mengikuti ujian,meski di rumah pun kami tetap upayakan dengan pengamanan secukupnya,”tegas Bambang.

Unas SD/MI di Magetan kemarin diikuti sekitar 8.946 siswa.Rinciannya,7.632 siswa SD negeri serta 211 SD swasta.Selain itu diikuti pula 1.103 siswa Madrasah Ibtidaiyah(MI)yang terdiri atas 380 siswa MI negeri dan 723 siswa MI swasta. Menurut Sugianto,kabid TK/SD Dindik Magetan,siswa tersebut tersebar di 573 SD/MI dan terbagi menjadi 18 subrayon.”Untuk LJU saat ini masih kami pilah berdasarkan lokasi atau subrayonnya.Meski sedikit terkendala program,tetapi kemungkinan hal ini tak berlangsung lama.Mungkin besok(hari ini,Red)semua sudah lancar,”tegasnya.

Sekadar diketahui,proses pengumpulan hasil LJU Unas SD/MI memang berbeda dengan tingkat SLTP dan SLTA. Hasil ujian sekolah menengah langsung disetor ke Surabaya pascaujian,untuk SD/MI di-scan di rayon. Hasil scan berupa filedikirim ke Surabaya setelah ujian usai untuk dilakukan seleksi sekaligus penilaian.(wka/sat)

radarmadiun