Diam-diam,megaproyek bendungan Gonggang di Kecamatan Poncol yang diproyeksikan sebagai ‘Sarangan II’sudah menelan bujet hingga Rp25miliar.Namun, nominal tersebut ternyata baru seperlima dari total kebutuhan dana yang jumlahnya fantastis: Rp125 miliar.  Yang mencengangkan,anggaran Rp25miliar itu hanya cukup untuk membangun konstruksi utama.Belum termasuk beberapa infrastruktur penunjang seperti jembatan penghubung dan pengaspalan akses jalan.
Kendati begitu,pemkab memastikan pembangunan bendungan Gonggang jalan terus.Bahkan,30Oktober mendatang Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dijadwalkan datang ke lokasi untuk melakukan penutupan saluran pengelak yang menandai awal dimulainya penampungan air untuk bendungan tersebut.”Supaya air bisa tertampung, dan fungsi irigasi bendungan ini bisa segera direalisasikan,”ungkap Kepala Dinas Pengairan Magetan Haryanto.

Anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan megaproyek irigasi tersebut merupakan sharing APBD Magetan dan APBN.Dari APBD dikonsentrasikan untuk perencanaan dan pembebasan lahan.Sedangkan APBN untuk konstruksi.

”Fungsi utama bendungan ini untuk pengairan sekitar 2.400 hektare lahan kering di Magetan,”terang Haryanto di sela sidak di bendungan Gonggang kemarin (14/10).Selain sejumlah pimpinan instansi terkait, sidak kali ini juga diikuti anggota Komisi B DPRD Magetan.

Ketua Komisi B DPRD Magetan Suratman berharap bendungan tersebut kelak mampu memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat.Terutama terkait pemenuhan kebutuhan air baku bagi warga Magetan selatan.”Karena belajar dari adanya musim kemarau kali ini,setidaknya kebutuhan air baku bagi masyarakat di selatan Magetan cukup vital,”urainya.

Dia juga berharap,bendungan tersebut mampu membawa ekses positif pada berbagai sektor.Mulai dari irigasi, hingga pariwisatan,yang berujung pada peningkatan PAD. ”Yang utama tetap untuk kebutuhan air baku untuk minum,dan selebihnya untuk pertanian,”katanya. (wka/isd)

radarmadiun