6 Nov | in berita, magetan 2
Proyek Rp 30 M Mangkrak
Pembangunan TK-SD Internasional Magetan disorot. Aktivis LSM Harapan Anak Negeri (HAN) Dian Kustiarini menilai, proyek molor lantaran konsultan perencana lamban. ”Akibat kelambanan konsultan perencana, anggaran dari pemerintah pusat tidak bisa turun. Tentu hal ini bisa merugikan rekanan yang lain atau masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya pada koran ini, kemarin (4/11).
Dian menyayangkan jika anggaran TK-SD Internasional dari pemerintah pusat yang hingga kini belum terserap. Untuk pembangunan kompleks pendidikan di Kelurahan Mangkujayan ini, direncanakan menelan anggaran Rp 30 miliar. Lahan yang dialokasikan seluas lima hektare.
Pembangunan gedung pendidikan megah tersebut dimulai pada tahun 2006 dengan dana awal Rp 11 miliar. Rincian sharring dananya APBN Rp 6 miliar dan APBD Magetan Rp 5 miliar. Ditargetkan, pembangunan TK-SD Internasional akan rampung total pada tahun 2010. Hingga saat ini belum menerima murid. Direncananya, mulai tahun ajaran 2009/2010 mendatang, Dinas Pendidikan Magetan akan membuka pendaftaran peserta didik.
”Kalau ada gedung atau kelas yang belum selesai tentu menjadi preseden buruk. Hanya karena konsultan perencana lamban dalam hal administrasi dan gambar, maka pembangunan fasilitas pendukung juga lamban,” terang Dian.
Dengan serapan dana sebesar Rp 30 miliar tersebut, TK-SD Internasional tersebut memiliki sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya, bangunan utama TK dan SD, taman bermain, perpustakaan, lapangan bola, laboratorium dan ada juga kolam renang.
Dengan belum terserapnya dana dari APBN, Dian merasa pesimistis proyek TK-SD Internasional bisa rampung 100 persen di tahun 2010. Padahal, pada tahun tersebut, direncanakan, Dinas Pendidikan sudah membuka pendaftaran peserta didik.
”Eman kalau sampai dananya tidak terserap hanya karena kelambanan konsultan perencana,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Magetan, Bambang Trianto, mengakui dana APBN yang belum turun ada Rp 2 miliar. Rencananya, anggaran tersebut untuk pembangunan lanjutan ruang kelas dan fasilitas pendukung lain.
Ditanya soal penyebab belum turunnya dana Rp 2 miliar tersebut, Bambang diplomatis menjawab bahwa di tingkat lokal sebenarnya tidak ada masalah. ”Secepatnya, kami akan mengirimkan tim ke Jakarta untuk mengurus pencairan dana APBN untuk melanjutkan pembangunan TK-SD Internasional,” ungkapnya. (rif/tya)
jawapos
Kata Kunci Untuk Artikel ini :
Artikel yang Berhubungan:
Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.
2 Comments
sakno jan dibangun larang-larang la kok mangkrak… TERLALU…!!!!
.-= dameydra´s last blog ..Bantuan Khusus Siswa Miskin Tahun 2009 =-.
ayo cepat diselesaikan Bangunannya,masak kalah sama madiun,ayo GO go go