Sekda Tentang Realisasi Jalin Kesra di Pagrak

Kasus penyalahgunaan bantuan Jalin Kesra di Desa Pagrak,Parang sampai juga di telinga Sekretaris Daerah(Sekda)Magetan,Abdul Aziz.Bahkan Sekda tampak berang karena dia baru mengetahui kasus tersebut setelah Dinas Peternakan melakukan cek lapangan. Menurut Sekda,memang ada kecenderungan kesalahan yang timbul dari realisasi program tahunan Pemprov Jatim tersebut.”Program itu niatan sebenarnya kan bagus. Tapi realisasinya tidak sesuai aturan,namun berdasar kesepakatan warga dengan pemerintah desa.Ya namanya warga desa,penuh toleransi,”ujar Abdul Azis.Melencengnya realisasi dengan aturan tersebut menurutnya terkait kuantitas kambing yang diberikan. Yang seharusnya setiap Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)mendapat empat ekor,menjadi dua ekor.Itu lantaran dibagi dengan warga miskin lainnya yang belum masuk database.”Sebenarnya itu bisa dijalankan sesuai aturan.Ya yang belum dapat,diupayakan bisa dapat tahun mendatang.Apalagi program itu kan berjalan hingga 2014,”tegasnya.

Ditambahkan,jalan tengah yang rencana akan diambil pihaknya adalah melakukan konsolidasi dengan instansi teknis terkait.Pihaknya tetap menegaskan memberikan solusi dengan merealisasikan program tersebut sesuai aturan.”Tapi kalau memang ada kesepakatan bersama, yakni toleransi,kambingnya dibagi kepada yang belum dapat,ya kami akan komunikasikan dengan Pemprov Jatim. Namun,saat ini saya berharap,realisasi itu tetap sesuai aturan yang ada,”tegasnya.

Disinggung temuan adanya kambing Jalin Kesra yang jatuh ke tangan blantik(penjual kambing)asal Desa Kediren,Kecamatan Lembeyan bernama Sukar,Sekda mengaku jika posisi tersebut harus dikaji lebih mendalam. ”Apakah blantik itu benar-benar mendapat kambing dari warga penerima atau tidak?”ungkapnya.

Menurutnya,apabila kambing tersebut didapat dari warga penerima bantuan,tentu lanjut dia,itu sah-sah saja. Pasalnya,tujuan utama Jalin Kesra adalah memberikan sarana bagi masyarakat miskin untuk bisa memperbaiki keadaannya.”Tujuan awal kan supaya kambing itu bisa dimanfaatkan untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. Kalau saat itu warga penerima tengah sakit dan membutuhkan biaya pengobatan,tentu itu hak mereka untuk menjualnya,”urainya.

Namun,jika proses penjualan itu terdapat indikasi penyimpangan,Sekda memastikan akan turun langsung dan memberikan teguran keras atas penyimpangan tersebut. ”Kembali lagi,program itu kan niatannya bagus.Kalau ada penyelewengan,saya akan tegur keras.Apalagi ini semua juga menyangkut moral,karena bantuan tersebut merupakan hak warga tidak mampu,bukan untuk diselewengkan,”tegas Sekda.(wka/eba)

radarmadiun

Tagged with:     ,

About the author /


Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja. Profil : Google + Komunitas Blogger Magetan

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Info Kerajinan

Kerajinan Bambu Ringinagung
Posted in: Info Kerajinan

Kerajinan Bambu ini juga merupakan satu dari beberapa kerajinan yang ada di kota magetan, seperti kerajinan kulit dan batik sidomukti. Sentra Kerajinan Bambu ini terletak di Desa Ringin Agung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Ketika kita melewati jalan aspal menuju desa ringin agung ini, nampak di sebelah kanan kiri jalan banyak kerajinan bambu yang sedang dijemur […]

Read More

Info Hotel dan Villa

Info Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Staff Marketing di Koperasi
Posted in: Lowongan Pekerjaan

Lowongan kerja di Magetan. Dibutuhkan Staff marketing dan Kolektor untuk wilayah kabupaten magetan. Dengan syarat sebagai berikut : Jujur dan disiplin Pria Minimal Pendidikan SMU/Sederajat Punya motor sendiri dan SIM C Usia maksimal 35 tahun Fasilitas : Gaji Pokok Bonus Jenjnag Karir Dll Bagi anda yang tertarik dan sesuai dengan persyaratan diatas silahkan kirim surat […]

Read More