2 Nov | in berita, magetan 0
Seleksi Direksi PDAM Molor Lagi
Rekrutmen direksi PDAM Magetan mulai tidak jelas kapan bisa segera rampung. Janji akan rampung di bulan Oktober 2009, ternyata hingga kini Bupati Sumantri belum memilih tiga dari empat nama pendaftar yang kelak duduk di kursi manajemen perusda milik pemkab itu.
”Tahap seleksi administrasi hingga fit and proper test sudah dilakukan. Sekarang, empat nama sudah kami serahkan kepada bupati,” kata anggota tim seleksi rekrutmen direksi PDAM setempat, Laras, kepada koran ini, kemarin (31/10).
Hingga tahapan uji kelayakan dan kepatutan yang digelar pemkab bekerja sama Balai Diklat Pemprov di Surabaya, empat nama dites adalah Zainal Arifin (mantan Dirut PDAM Kota Batu), Sofyan, Tutik Maryuti, dan Setu, ketiganya pendaftar terakhir dari internal PDAM Magetan.
Menurut Laras, keterlambatan tersebut karena kesibukan Bupati Sumantri dan Ketua Tim Seleksi Warsito, yang juga Sekkab Magetan. ”Tahapan seleksi sudah dilakukan tim. Sekarang tinggal kebijakan pengambilan keputusan,” kata Laras.
Sesuai agenda seleksi, bulan Oktober ini, rekrutmen direksi PDAM Magetan ditargetkan sudah selesai. ”Kami berharap awal bulan November ini sudah rampung. Minggu depan kami akan rapatkan hasil fit and proper test,” ujar Laras.
Menurut Laras, tugas jajaran direksi PDAM di masa mendatang sangat besar. Terutama, masalah pelayanan air bersih dan peningkatan jumlah pelanggan air minum. ”Untuk pelayanan air bersih, PDAM memiliki misi sosial. Seperti melakukan droping di daerah Magetan selatan,” kata Laras yang juga Ketua Badan Pengawas PDAM tersebut.
Itulah sebabnya, pasca-terpilih jajaran direksi PDAM nanti, baik direktur utama maupun direktur harus segera merapatkan barisan. ”Tidak hanya misi sosial, PDAM juga memiliki kewajiban memberikan kontribusi pendapatan kepada pemkab,” ujar Laras.
Koordinator LSM Bangun Masyarakat Sejahtera, Joko Purnomo, meminta agar Bupati Sumantri segera menetapkan jajaran direksi sesuai dengan hasil fit and proper test. ”Bila tidak tentu kinerja PDAM akan sangat terganggu. Sebab, tidak ada kebijakan apapun yang bisa diambil pejabat sementara,” kata Joko.
Informasi koran ini, harusnya, pelantikan direksi PDAM digelar pada tanggal 25 Oktober lalu. Namun, kenyataannya, hingga 31 Oktober, pemkab dan Bupati Sumantri belum mengambil keputusan.
”Semakin molornya pengisian jajaran direksi PDAM definitif tentu akan membawa preseden buruk. Sebab, sisi pelayanan tentu akan terganggu. Ini harus menjadi pertimbangan bupati,” kata Joko. (rif/tya)
jawapos
Kata Kunci Untuk Artikel ini :
Artikel yang Berhubungan:
Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.