Evakuasi korban dan bangkai pesawat Hercules C-130 di Desa Geplak Kecamatan Karas Kabupaten Magetan hingga Kamis kemarin (21/5) terus berlangsung. Hingga sekitar pukul 16.00 WIB, evakuasi korban belum tuntas. Diduga, masih satu korban yang belum berhasil diangkat lantaran terjepit logam pesawat. ”Logam itu cukup kuat, sehingga sulit dipotong. Akibatnya, korban yang terjepit sulit dievakuasi,” terang Purwanto anggota tim SAR, kemarin.
Dalam evakuasi kemarin, tim Basarnas berhasil mengangkat dua korban. Yakni Mayor Melvin, anggota Komandan Sektor IV Biak. Mayat Mayor Mervin baru bisa diangkat sekitar pukul 15.10 WIB setelah tim SAR menjebol logam yang menjepit tubuhnya.

Sebelumnya, tim juga berhasil mengevakuasi salah seorang korban wanita. Namun identitas korban tersebut belum diketahui lantaran kondisnya cukup memprihatinkan. Para korban yang ditemukan itu langsung dibawa ke RS Lanud Iswahjudi guna dilakukan proses identifikasi. ”Dugaan kami masih ada satu lagi korban, karena sudah terlihat tangannya,” katanya.

Informasi yang dikumpulkan wartawan koran ini, sekitar pukul 16.30 WIB, tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi korban yang diduga terakhir. Yakni, anak laki-laki berusia sekitar lima tahun.

Menurut Purwanto, ada beberapa hal menyebabkan proses evakuasi korban cukup lamban. Diantaranya kondisi medan persawahan penuh lumpur. Selain itu, juga menyebabkan alat berat seperti eskavator tidak bisa masuk. Sehingga proses evakuasi hanya mengandalkan tenaga anggota TNI dan tim. ”Alat potong logam yang kami miliki hanya las dan gergaji logam yang kapasitasnya terbatas,” ujarnya.

Bersamaan dengan proses evakuasi korban, tim dari TNI Lanud Iswahjudi juga langsung mengumpulkan serpihan bangkai pesawat yang tercecer di sekitar lokasi. Serpihan tersebut dikumpulkan di tanah bekas rumah Rusmin yang hancur akibat diseret badan Hercules. ”Khusus untuk evakuasi bangkai pesawat, mungkin akan ditangani dari tim TNI AU,” kata Purwanto.

Sementara, Desi Indriyani istri Mayor Marvin sempat menunggui proses evakuasi mayat suaminya itu. Meski berupaya tegar, Desi yang ditemani Rivaldi, adik Marvin, tak bisa menyembunyikan dukanya. Air mata menetes dari balik kacamata hitam saat mengetahui kabar bahwa mayat suaminya masih terjepit. ”Kami berharap, TNI AU dan tim mengusut tuntas penyebab kecelakaan. Dan yang lebih penting, jangan sampai terjadi lagi kecelakaan seperti itu,” kata ibu Dusty Lutfiyah.

Di bagian lain, 44 jenazah korban pesawat Hercules kemarin sudah dipulangkan ke rumah duka. Para penumpang dan kru dikirim lewat udara setelah semalam disemayamkan di hangar Skadron 15 Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan. Sedangkan 16 korban lain sudah dikirim melalui perjalanan darat. ”Keluarga besar TNI AU sangat berduka atas peristiwa ini. Mudah-mudahan almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Esa. Keluarga yang ditinggalkan juga mendapatkan ketabahan,” kata Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedra, Komandan Lanud Iswahjudi, usai upacara pemberangkatan jenazah.

Guna pemulangan pengiriman jenazah ke rumah duka, TNI AU menyediakan enam pesawat Hercules. Rombongan pertama, pesawat berkode A-1323 mengangkut 16 jenazah dengan tujuan Lanud Iswahjudi – Halim Perdanakusuma – Supadio (Pekanbaru).

Kemudian, pesawat kedua berkode A-2108 mengangkut empat jenazah dengan tujuan Lanud Iswahjudi – Abdulrahman Saleh (Malang). Lalu, pesawat A-1315 mengangkut 15 jenazah bertujuan Lanud Iswahjudi – Adi Sucipto (Jogja) – Halim Perdanakusuma (Jakarta).

Pesawat keempat berkode A-2708 dengan tujuan Lanud Iswahjudi-Balikpapan-Palu-Lanud Hasanuddin (Makasar) mengangkut lima jenazah. Pesawat kelima (A-2303) membawa enam jenazah tujuan Halim Perdanakusuma.

Terakhir, pesawat Hercules A-1312 mengangkut 15 jenazah dengan tujuan Lanud Rembiga (Lombok), Lanud Woltermonginsidi (Biak) dan Lanud Pattimura (Ambon). ”Saat ini masih ada korban yang diidentifikasi. Mudah-mudahan segera bisa diketahui identitasnya sehingga bisa secepatnya dimakamkan,” kata Danlanud Iswahjudi Bambang Samoedra didampingi Kapentak Mayor Sus Sutrisno. (dhy/rif/irw)

(jawapos)