Sopir Angkot Ancam Mogok Lagi
Feb 23rd, 2010 | By admin | Category: berita, magetanBelum adanya tindakan konkret dari DPRD Magetan, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) serta polisi soal becak montor (bentor), membuat kalangan sopir angkutan kota (angkota) resah.
Mereka mendesak agar Dishubkominfo dan polisi segera mengambil langkah tegas. Jika tidak, sopir angkot mengancam akan melakukan aksi mogok kembali. ”Kami heran, mengapa belum ada aksi nyata dari dewan Dishubkominfo dan kepolisian. Padahal, kami hanya ingin aturan atau undang-undang ditegakkan,” kata ketua Koperasi Manunggal, Yoyok Setyo, kemarin (21/2).
Yoyok juga menuding, dewan menerapkan standar ganda dalam mengatasi polemik angkutan di Magetan. Hal itu tecermin dari pernyataan yang berbeda ketika bertemu perrwakilan angkota dan bentor. ”Saat bertemu kami, menyatakan bentor menyalahi undang-undang. Tapi, ketika berdialog dengan perwakilan bentor sudah beda. Ini namanya standar ganda,” ujar dia.
Dalam hal polemik angkota dan bentor ini, dia mendesak agar dewan, Dishubkominfo dan kepolisian menegakkan aturan. Di mana, angkota adalah alat atau moda transportasi yang memiliki dasar hukum. Sedangkan bentor, lanjut dia, dibikin hanya berdasarkan kreativitas tanpa memiliki kekuatan hukum untuk beroperasional di jalan raya.
”Maka dari itu, kami mendesak agar segera ada penertiban. Jangan sampai yang melanggar hukum itu mendapat dukungan. Saya khawatir lama-lama bentor akan bertambah banyak dan membuat iklim usaha tidak kondusif lagi,” terang Yoyok.
Antara angkota dan bentor ini, beberapa waktu lalu memang saling menyalurkan aspirasi ke dewan. Yang pertama, komunitas angkota yang tergabung Koperasi Manunggal dan paguyuban.
Kemudian, tak lama berselang, paguyuban bentor juga mendatangi gedung wakil rakyat dengan maksud meminta agar keberadaannya mendapat dukungan. ”Jangan salahkan kami, kalau nantinya paguyuban angkota melakukan class action kepada pihak-pihak terkait,” jelas Yoyok. (rif/isd)
jawapos





Leave a Reply