Sumbangan Sukarela SMPN I Maospati Diprotes

Nov 12th, 2009 | By admin | Category: berita, magetan, pendidikan

Sumbangan sukarela yang diberlakukan untuk wali siswa SMPN I Maospati memicu protes. Kendati sumbangan berdalih untuk untuk membangun 4 lokal kelas di lantai dua dan berdasar hasil musyawarah komite sekolah, dianggap memberatkan orang tua siswa.

Hal ini membuat LSM Forum Komunikasi Indonesia Satu (FKI-1) mendesak agar sumbangan itu ditiadakan. Alasannya besarnya sumbangan sampai ratusan ribu rupiah setiap siswa. Selain itu, sudah ada keresahan orangtua siswa yang merasa keberatan membayar sumbangan sukarela itu. Bahkan kemarin FKI-1 langsung nggruduk ke SMPN 1 Maospati. “Besarannya sampai Rp 650 ribu dan Rp 550 ribu, itu memberatkan orangtua siswa,” kata Edy Ristiono, dari FKI-1. Edy mengklaim pihaknya memiliki bukti rekaman keberatan dari orangtua siswa tersebut.

Dia bersama pengurus lain akhirnya berdialog di ruang kepala sekolah SMPN 1 Maospati. Awalnya, dialog berjalan lancer. Namun sempat terjadi ketegangan karena Edy mengaku tersinggung. Gara-gara dinilai kedatangannya ke sekolah dinilai ada pesan khusus dari keponakannya yang merupakan siswa setempat.

Namun kecurigaan tak berlangsung lama setelah didamaikan Kasek Nurkiyat Adi P. Kepala sekolah menjelaskan sumbangan sukarela tidak diberlakukan dengan pemaksaan sesuai kesepakatan komite sekolah. Selain itu orangtua siswa tidak dipatok harus membayar ratusan ribu per orang. Sebagian hanya membayar di bawah Rp 50 ribu. Bahkan ada yang kurang mampu hingga dibebaskan dari pembayaran sumbangan sukarela tersebut. ” Ada juga wali murid yang justru menyumbang berkali lipat dibanding lainnya karena memang mampu,” jelas Nurkiyat.

Tri Marno, dari Komite SMPN I menegaskan, program pembangunan lokal kelas itu sudah dikomukasikan dengan wali siswa. Apalagi status SMPN I Maopsati sudah SSN (Sekolah Standar Nasional). Komite juga hanya memberikan perkiraan dana yang harus dikumpulkan bila ingin kelas-kelas baru itu terwujud. “Tidak harus dibayar sampai ratusan ribu juga tidak apa-apa. Nanti berapa pun dana yang berhasil terkumpul itu yang kita gunakan,” ungkapnya.

Sementara Kadindik Bambang Trianto dalam kesempatan terpisah menyatakan, Dindik sudah meminta sekolah tidak membebani orangtua siswa. Dia berjanji akan menyemprit sekolah yang memberlakukan pungutan apalagi bila tidak sesuai prosedur. “Nanti akan saya semprit kaseknya bila memberlakukan pungutan,” katanya. (ari/tya)

jawapos

Kata Kunci Untuk Artikel ini :

Artikel yang Berhubungan:

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Sponsors

Toko Sepatu Magetan Online readbud - get paid to read and rate articles Netsol Ngawi
 

Banner KOBAMATA


    Copy Code di Bawah :

Banner Blogger Magetan


    Copy Code di Bawah :

Jejaring


Foto Magetan