Kejari Kebut Berkas Kasus Mutilasi
Masih ingat dengan kasus mutilasi di Sarangan? Saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) sedang mengebut berkas pemeriksaan tersangka Gilang Maulana, jagal keji asal Desa/Kecamatan Pulung, Ponorogo.
Masih ingat dengan kasus mutilasi di Sarangan? Saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) sedang mengebut berkas pemeriksaan tersangka Gilang Maulana, jagal keji asal Desa/Kecamatan Pulung, Ponorogo.
Kasus pembunuhan mutilasi dengan korban Ayu Wulandari (AW) di Hotel Pantes, Sarangan, Magetan, menyisakan sejumlah cerita. Itu seperti diungkapkan oleh Beni dan Sumidjan, front office serta penjaga hotel. ”Masuk hotel berdua dan seperti sepasang kekasih,” kata Beni, usai dimintai keterangan di Mapolres Magetan, pada koran ini, Sabtu, (18/7).
Hanya dalam waktu satu minggu, Kepolisian Wilayah Madiun dan Kepolisian Resor Magetan mengungkap sekaligus menangkap pelaku mutilasi. Seperti diketahui, potongan-potongan tubuh telah ditemukan di bus di Yogyakarta dan di beberapa titik di Sarangan, Magetan sejak Jumat (10/7) sampai Selasa (14/7) lalu.
Siapa wanita korban mutilasi yang dibuang di Mojosemi hingga kemarin masih misterius. Belum ada tanda-tanda yang menunjukkan identitas korban. Termasuk pelaku yang memotong korban menjadi sembilan bagian itu. ”Kami masih melkukan penyidikan intensif,” terang Kapolres AKBP Jakub Prajogo kemarin (15/7).
Temuan potongan mayat di Mojosemi sekitar pukul 16.15 WIB kemarin membuat jajaran kepolisian harus bekerja ekstra. Menurut Kapolres Magetan AKBP Jakub Prajogo, diduga kuat temuan tersebut berkaitan dengan kasus mutilasi di Jogja. ”Kami sudah koordinasikan dengan kepolisian di sana (Jogja),” terangnya kemarin.
Warga Mojosemi Kecamatan Plaosan digegerkan dengan temuan potongan tubuh perempuan. Tepatnya di bawah jembatan II jalan tembus Sarangan-Karanganyar Desa Mojosemi. Potongan tersebut dibungkus dalam plastik kresek warna merah. ”Saya tak mengira jika dalam plastik itu tubuh manusia,” terang Sukirno, 45, warga Mojosemi saksi dalam kasus itu.