Dua remaja pengunjung wisata Sarangan tercebur ke telaga. Speed boad yang mereka tumpangi tiba-tiba tergelincir dan terbalik. Akibatnya, keduanya tenggelam. Meski dalam kondisi kritis, salah satu korban sempat melempar sinyal asap yang tersedia di speedboat.

Dari sinyal asar berwarna oranye itulah, datang tim search and rescue (SAR). Dua unit kapal karet langsung merapat menyelamatkan korban. Tak selang lama, kedua korban berhasil di evakuasi meski dalam kondisi lemas.

Kejadian tersebut hanyalah salah satu bagian atraksi simulasi tim SAR dinas perhubungan dan lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) propinsi Jawa timur kemarin (31/7). ”Kecelakaan itu bisa saja terjadi setiap saat, jadi harus selalu siaga,” terang Binsar Tua Siregar Kepala DLLAJ Pemprov kemarin.

Dikatakan, kawasan wisata Sarangan yang berbasis perairan sangar rawan terjadi kecelakaan salah satunya tenggelamnya wisatawan. Untuk itu, pengelola jasa angkutan air harus menyiapkan alat penyelemat. Seperti sinyal asap seperti yang diperagakan tim SAR. ”Idealnya penyedia jasa menyedia alat pengaman,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Binsar menyerahkan 75 jaket pelampung kepada asosiasi perahu pariwisata telaga Sarangan. Jaket tersebut diharapkan menjadi salah satu alat pengaman bagi pengguna jasa. ”Agar para pengunjung lebih merasa nyaman saat berwisata,” tambahnya.

Menurut Binsar, untuk memenuhi kriteria aman bagi pengunjung, setiap perahu yang disewakan tersebut minimal harus dilengkapi tiga alat pengaman. Yakni jaket pelampung, peluit dan life broad (ban pelampung). Atau lebih baik dilengkapi dengan smoke signal yang berfungsi untuk memberikan kode dengan menggunakan asap, saat terjadi kecelakaan air. ”Lebih lengkap, lebih baik,”paparnya.Tidak hanya itu, selain bantuan tersebut Binsar juga berharap agar pemerintah setempat tanggap, terhadap kenyamanan pengunjung. Yakni dengan memberikan fasilitas, yang bisa menarik masyarakat selain keindahan alam telaga Sarangan. ”Dengan begitu, saya yakin pengunjung akan meningkat,” imbuhnya.

Terkait dengan usul Binsar, Bupati Magetan Sumantri mengatakan jika pihaknya akan berupaya merealisasikan program tersebut. Pada tahun 2010 mendatang, pemerintah akan menyediakan dana khusus untuk pembelian perlengkapan perahu wisata itu. ”Kami juga sudah merancang itu dan semoga tahun depan bisa terealisasi,” kata H Sumantri. (rgl/dhy)

jawapos