25 Aug | in berita, magetan 0
TKW asal Peragak Meninggal di Singapura
Baru tiga minggu bekerja sebagai TKW di Singapura,Anis Wulan Agustina,warga Desa Peragak, Kecamatan Parang, Magetan, pulang tinggal nama.Anis meninggal dunia karena sakit.’Kami dikabari perusahaan yang memberangkatkan Anis,’kata Mulyadi, kerabat Anis,kemarin(23/8).
Perempuan 23 tahun ini diberangkatkan ke Singapura melalui PT Mas Katong Besari.Perusahaan itu pula yang memberi kabar kematian Anis kepada keluarga di Peragak.’Sakitnya apa,kami kurang tahu persis. Informasi yang saya terima,sejak berada di PT,si Anis ini dalam kondisi sakit dan sempat pulang ke rumah,’ terang Kepala Dusun Peragak,Suwito.
Informasi koran ini,setelah mendapat perawatan di Peragak,Anis sembuh dan dia kembali ke PT Mas Katong Besari.Kemudian,ia pun berangkat ke negeri Singapura. Jenasah putri dari pasutri Parman dan Katiyem tersebut tiba di Peragak Senin malam sekitar pukul 19.00.
Hingga saat ini,kelurga Anis masih terlihat shock. Ayahnya,Parman,belum bisa bercerita soal tragedi yang menimpa putrinya.”Maaf,saya tidak bisa ngomong.Sudah ya,Mas,’katanya.
Parman lebih banyak diam dan menerima tamu yang bertakziyah.Selain warga sekitar,pentakziyah yang datang adalah teman-teman Anis di sekitar Parang dan dari SMAN 1 Parang.
Di mata teman-temannya,Anis dikenal sebagai gadis yang supel dan setia kawan.Beberapa temannya bercerita tentang kesederhanaan Anis selama sekolah di SMAN 1 Parang.’Orangnya sederhana dan tidak neko-neko,’ ujar salah seorang temannya.(rif/isd)
radarmadiun
Kata Kunci Untuk Artikel ini :
Artikel yang Berhubungan:
Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.