Untuk Mendukung Petirtaan Dewi Sri sebagai Objek Wisata
Apr 20th, 2010 | By admin | Category: berita, magetan, pariwisataDinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) terus memantau pemugaran Petirtaan Dewi Sri di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan. Kepala Disparbudpora, Suwaji, mengatakan bahwa pemugaran itu dibiayai sepenuhnya oleh APBN dan dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto. ” Pemugaran dilakukan multiyears, ” kata Suwaji kepada koran ini, kemarin (15/4).
Rehabilitasi Petirtaan Dewi Sri itu, menurut Suwaji, dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, butuh waktu enam bulan di tahun 2008, kemudian tahap II tahun 2009 dan fase ketiga di tahun 2010 yang akan dimulai pada bulan Mei mendatang. ”Untuk tahap ketiga, waktu pemugaran selama lima bulan,”ujar dia.
Menurut dia, kondisi Pertirtaan Dewi Sri sebelum pemugaran sebagian besar struktur terpendam dalam tanah,seluruh struktur selalu terendam dalam air dan mengalami kerusakan, seperti roboh, miring, retak, dan ambles. Ke depan atau pasca pemugaran, lokasi Pertirtaan Dewi Sri ini diharapkan memiliki potensi besar untuk kawasan wisata budaya dan sejarah di Magetan. Sebab, dengan pemugaran kelak akan diketahui bagaimana wujud pertirtaan secara utuh.
Guna mendukung kawasan Petirtaan Dewi Sri menjadi kawasan objek wisata, pemkab diminta untuk memperluas lahan menjadi sekitar satu hektare.Dari areal seluas itu,akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung. Seperti lokasi parkir, dan tempat permainan anak. Petirtaan Dewi Sri di Desa Simbatan itu merupakan benda cagar budaya. Sejak tahun 2007, dilakukan pemugaran sebagai upaya pelestarian terhadap benda cagar budaya sesuai UU No.5/1992. ”Dari pemugaran itu juga diharapkan akan menampakkan seluruh struktur bangunan, mengembalikan bentuk struktur bangunan dan menata lingkungan situs,”ujarnya.
Dari sisi arkeologis, bukti eksistensi sejarah di sekitar Pertirtaan Dewi Sri banyak didukung temuan lain berupa artefak. Antara lain, miniatur lumbung 7 buah, fragmen arca 7 buah, palung batu 1 buah, fragmen yoni 1 buah, sumur kuno 1 buah, fragmen kemuncak 1 buah dan lumbung baru 4 buah. Dijelaskan, berdasarkan inskripsi yang terdapat pada atap miniatur lumbung,berupa angka tahun 906 Saka (984 Masehi) dan 917 Saka(995 Masehi). Sementara itu, pahatan sangkha (siput) bersayap pada atap miniatur lumbung merupakan tanda resmi pemerintahan Sindok pada abad 10.(rif/isd)
radarmadiun
Kata Kunci Untuk Artikel ini :
- tempat wisata di magetan
- petirtaan dewi sri
- arti petirtaan
- pariwisata di magetan
- obyek wisata di magetan
- petirtaan dewi sri magetan
- tempat wisata kota magetan
- sejarah dewi sri
- apa yang dimaksud dengan petirtaan
- pariwisata kota magetan
- objek wisata di magetan
- Petirtaan
- tempat bersejarah di magetan
- sejarah patirtaan di magetan
- apa yang dimaksud petirtaan
- makalah tentang dewi sri
- lokasi wisata dewi sri
- SEJARAH PERTIRTAAN DEWI SRI KAB MAGETAN
- objek wisata kabupaten magetan
- kecamatan nguntoronadi magetan
- apa yang di maksud petirtaan
- wisata dewi sri
- wisata kota magetan
- objek wisata dewi
- petirtaan magetan
- pengertian pentirtaan
- petirtaan dewi sri nguntoronadi
- petirtaan dewisri magetan
- wisata kotya magetan
- petirtaan sebagai tempat wisata
- sejarah desa simbatan magetan
- sejarah petirtaan dewi sri
- wisata kabupaten magetan
- www tempat wisata dimagetan
- wisata budaya kabupaten magetan
- wisata alam dimagetan
- tempat wisata kabupaten magetan
- tempat wisata di kota magetan
- tempat wiata di magetan
- Tempat rekreasi di magetan
- tempat pariwisata di sekitar kota magetan
- tempat pariwisata di magetan
- situs sejarah di magetan
- situs purbakala di magetan
- www tempat wisata di magetan com
- Petirtaan dewi sri di simbatan Magetan
- PERTITAAN DEWI SRI SIMBATAN MAGETAN
- kecamtan nguntoronadi magetan
- kata sebagai object
- info terkini desa simbatan







semoga bisa terwujud
ndru´s last blog ..Masihkah Ada Kartini-Kartini di Sini ?!!
cepat di selesain pemugarannya,biar nggak tertunda2…