5 Oct | in berita, magetan 0
Wakil Ketua dari PAN Ganda
Pimpinan sementara DPRD Magetan bergerak cepat. Ini terkait dualisme utusan partai yang dikirim untuk menjadi wakil ketua dewan. Hari ini (5/10), mereka akan konsultasi Biro Hukum Pemprov Jawa Timur untuk memverifikasi nama ganda yang dikirim Partai Amanat Nasional (PAN).
”Dua kali kami berkirim surat kepada PAN. Dua kali pula ada surat balasan dengan nama ganda calon wakil ketua,” terang Ketua (sementara) DPRD setempat, Rinita Sofia Hadi, dikonfirmasi kemarin (4/10).
Nama ganda tersebut adalah H. Sutikno dan Widodo Tri Saksono. Sutikno direkom Ketua DPD PAN Magetan Sumarsono. Sedangkan Widodo didukung oleh sekretaris DPD PAN Moch. Chabib.
”Sebenarnya ini masalah internal partai. Tapi, kami berinisiatif untuk melangkah agar alat kelengkapan dewan segera terbentuk karena tugas-tugas kedewanan sudah menumpuk,” terang Kohong, sapaan Rinita.
Informasi yang diterima koran ini, adanya dualisme di tubuh PAN tersebut ditengarai merupakan buntut ketidakharmonisan Sumarsono dan Chabib. Tersiar kabar, Chabib mengundurkan diri dari posisi sekretaris serta pulang kampung ke Bojonegoro.
Dalam perkembangan, Sutikno menang mutlak voting rapat pleno harian sebagai calon wakil ketua dewan dari PAN. Tak berapa lama, Chabib melakukan manuver politik dengan menarik surat pengunduran diri. Kemudian, muncullah nama Widodo sebagai calon wakil ketua dewan.
Kubu Chabib menggunakan senjata bahwa Sutikno bukan berasal dari jajaran pengurus PAN, dan Widodo lebih berhak karena dia adalah Ketua DPC PAN Karangrejo. Sedangkan kubu Sumarsono secara tegas mengatakan bahwa penunjukkan Sutikno sudah sah dan telah dikonsultasikan, baik ke DPD Jatim maupun DPP PAN.
Di luar PAN, calon pimpinan dewan definitive sudah tidak ada masalah. Dari PDIP dipastikan nama Joko Suyono. Sebelum ini, di tubuh PDIP sempat terjadi pertarungan yang menyebabkan suhu politik internal partai memanas.
Sedangkan calon dari Partai Golkar adalah Sofandi dan dari Partai Demokrat adalah Muh. Shoim. ”Dengan adanya dualisme utusan dari PAN ini, pimpinan dewan sepakat konsultasi pada Biro Hukum Pemprov,” kata Kohong.
Masalah lain di DPRD Magetan yang belum klir adalah keanggotaan Fraksi Gabungan. Ini terkait dengan keteguhan sikap Fraksi Magetan Bersatu. Yakni, soal satu orang anggota dewan Partai Gerinda.
Di mana, (FGM) telah memegang surat rekomendasi dari DPD Partai Gerinda. Namun, dalam perkembangannya, DPC Gerinda memilih bergabung fraksi Gerakan Patriot Kebangkitan Persatuan (GPKP) pimpinan H. Hartoto.
”Besok Senin (5/10), kami akan mengadakan rapat dengan fraksi. Selain membahas masalah nama calon wakil ketua dewan, juga menyelesaikan keanggotaan fraksi,” terang Kohong, pimpinan dewan sementara dari PDIP ini.
Ketua FMB, Suwarno, meminta pimpinan dewan tegas dan segera mengambil sikap. Dia mengatakan, siap berkomunikasi dengan siapapun. Suwarno menilai ada yang lucu karena rekomendasi dari DPD Gerinda Jatim ditolak partai lain. ”Seharusnya, semua tahu bahwa Fraksi Magetan Bersatu tidak membikin masalah. Tapi, ada yang ketakutan sehingga malah muncul pernyataan-pernyataan di luar forum, bahwa Fraksi Magetan Bersatu akan ditinggal,” kata Suwarno.
Anggota dewan dari PNI Marhenisme ini juga mendesak kepada pimpinan dewan sementara melakukan pengkajian. Terutama, soal rekomendasi dari Partai Gerinda. ”Secara hukum, silahkan gugat rekomendasi Gerinda. Bukan menyalahkan Fraksi Magetan Bersatu,” jelas Suwarno. (rif/tya)
jawapos
Kata Kunci Untuk Artikel ini :
Artikel yang Berhubungan:
Lebih baik berbuat sesuatu yang bermanfaat meski itu kecil, daripada cuma bisa ngomong atau diam saja.