23.000 Warga Masih Menganggur

0
217

Realita lapangan pekerjaan yang minim, hingga saat ini belum bisa dipungkiri. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pengangguran di Kabupaten Maget masih cukup tinggi. Hingga bulan Oktober 2009 ini, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), mencatat ada 23.000 penduduk yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

”Itu angka pengangguran usia produktif,” kata kepala Dinsosnakertrans, Parni Hadi, kepada koran ini, kemarin.

Menurut dia, pihaknya selama ini merasa kesulitan untuk meluncurkan program terkait dengan masih tingginya angka angkatan kerja di Magetan. Itu lebih karena disebabkan warga tersebut masuk kategori pengangguran semu.

”Karena itu, kami tahun depan akan melakukan pendataan dengan sistem by name by addres,” kata Parni, mantan Kabag Administrasi Pembangunan tersebut.

Di antara yang sudah dilakukan Dinsosnakertrans guna menekan angka pengangguran tersebut adalah membuka pendidikan pelatihan kecakapan hidup (life skill). Dari program tersebut, diharapkan warga bisa bekerja secara mandiri dengan melihat peluang yang ada.

”Namun, karena datanya tidak by name by addres, kami terkadang kesulitan memberikan program yang pas untuk masyarakat yang termasuk dalam kategori pengangguran tersebut,” jelas Parni.

Parni menargetkan, angka pengangguran mencapai puluhan ribu orang tersebut akan terus menurun setiap tahunnya. ”Formulasi untuk menekan angka pengangguran ini sedang kami susun. Mulai tahun depan akan kami jalankan, termasuk pendataan satu nama, satu alamat (by name, by addres, red),” terangnya.

Dia mengatakan, setiap tahun Dinsosnakertrans selalu meluncurkan program pemberdayaan masyarakat guna membekali warga yang masuk kategori pengangguran. Namun, terkadang masyarakat sendiri enggan mengikuti pelatihan. ”Butuh pendekatan khusus untuk mengajak warga agar mau mengikuti pelatihan,” jelas Parni. (rif/tya)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here