Anggaran Digeser, Dewan Meradang

0
279

Diam-diam, telah terjadi pengalihan anggaran dalam APBD 2009 Kabupaten Magetan. Langkah yang dilakukan tim anggaran ini membuat anggota panitia anggaran (Panggar) DPRD setempat meradang.

Sebab, pergeseran tersebut tanpa koordinasi. Sehingga, langkah tersebut dinilai telah menyalahi aturan lantaran APBD disahkan melalui rapat paripurna dewan. ”Mengapa tidak koordinasi. APBD itu sebuah produk hukum berupa peraturan daerah (perda). Menurut saya, eksekutif salah dalam hal ini,” terang Suyatno, anggota Panggar DPRD, kemarin (24/5).

Informasi yang diterima koran ini, pos dana yang dialihkan itu nilai mencapai Rp 2,2 miliar. Awalnya, anggaran tersebut berada di pos Dinas Pertanian. Namun, tiba-tiba bergeser di pos Dinas Peternakan.

Kalangan dewan ”ngonangi” pergeseran anggaran tersebut saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV dengan Dinas Pertanian beberapa waktu lalu. Kemudian, temuan tersebut diangkat dalam forum rapat Panggar DPRD.

”Pengalihan anggaran itu tidak bisa serta merta. Harusnya juga melalui sidang paripurna DPRD. Karena APBD ini adalah sebuah produk hukum yang disahkan melalui sidang paripurna,” terang Suyatno, anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan.

Menurut Suwarno, anggota Panggar DPRD yang lain, pergeseran tersebut justru memunculkan tanda tanya bagi kalangan legislatif. Hal tersebut menunjukkan kurang matangnya perencanaan anggaran di eksekutif.

”Pengalihan anggaran ini tidak bisa serta merta. Dewan harus tahu. Bukan diam-diam seperti ini. Sehingga, wajar jika kalau kalangan dewan bertanya-tanya,” terang wakil rakyat dari PNI Marhaenisme itu.

Kata Suwarno, pihaknya akan melakukan klarifikasi terkait pergeseran anggaran senilai Rp 2,2 miliar tersebut. Terutama, soal pergeseran diam-diam serta mengapa tidak dianggarkan pada awal pembahasan APBD. ”Apalagi, tidak ada hal yang emergency dalam pengalihan anggaran tersebut,” kata anggota dewan terpilih dari Dapil IV (Maospati, Bendo, Sukomoro) tersebut.

Upaya klarifikasi tersebut akan dilakukan secepatnya atau paling tidak bersamaan dengan agenda perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2009 mendatang. ”Eksekutif harus bisa mempertanggungjawabkan pergeseran anggaran ini.”

Dia berharap pergeseran anggaran tersebut tidak terjadi di masa mendatang. Apalagi, tidak sepengetahuan dewan. ”Solusinya, eksekutif harus memiliki perencanaan yang matang. Sehingga tidak terjadi pergeseran. Atau kalau terpaksa, ya minta persetujuan lewat paripurna atau menunggu PAK APBD,” kata Suwarno yang juga anggota Komisi IV DPRD tersebut.

Plt Sekda Magetan Warsito selaku ketua tim anggaran pemkab mengaku belum tahu soal pergeseran anggaran tersebut. ”Saya masih rapat dinas di Medan (Sumut, Red). Nanti akan saya cek setelah saya tiba di Magetan,” kata Warsito lewat telepon sore kemarin. (rif)

(jawapos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here