Aspirasi Pemilihan BK Tak Direspon, FMB “Dibantai”

0
285

Fraksi Magetan Bersatu (FMB) DPRD benar-benar dipinggirkan. Fraksi gado-gado itu tak mendapatkan kursi jabatan apapun di level komisi maupun badan. Seperti kemarin (18/11), FMB ”disingkirkan” secara halus dalam pemilihan anggota Badan Kehormatan (BK).

Dalam sidang paripurna dewan dengan agenda pembentukan BK dan Badan Legislasi, Suwarno cs memilih walk out (WO), dari ruang sidang. Itu karena, aspirasi FMB tentang pemilihan anggota BK menggunakan sistem one man one vote (satu anggota dewan memilih satu nama) kalah oleh lima fraksi lain.

Kelima fraksi itu, PDI Perjuangan, Demokrat, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi Gerakan Patriot Kebangsaan Nasional (GPKN) mengajukan usulan sistem one man five vote (satu anggota dewan memilih lima nama).

Pada sidang yang dimulai sekitar pukul 10.00 itu, enam fraksi (PDIP, FMB, Demokrat, Golkar, PAN, dan GPKN) mengajukan satu nama untuk dicalonkan sebagai anggota Badan Kehormatan.

PDIP mengusung nama Hari Siswanto, Supari diusulkan Demokrat, Golkar mengajukan Zakaria, Magetan Bersatu mengusulkan Suwarno, PAN membawa nama Sugeng Wahyono dan GPKN mengusung Sumari.

Setelah muncul kelima nama tersebut, paripurna membahas sistem pemilihan. Hal ini karena anggota BK hanya lima nama. Padahal, fraksi yang mengajukan ada enam. Terjadi perdebatan sengit pada sesi ini. FMB sikukuh one man one vote. Sementara, lima fraksi koalisi mengusulkan one man five vote.

Kemudian, pimpinan sidang yang dipandu Ketua DPRD Joko Suyono dan didampingi wakil ketua Sofandi dan M. Shoim, menskors sidang selama 15 menit. Penghentian sementara itu untuk dilakukan lobi-lobi antar fraksi.

Lobi-lobi dilakukan di ruang ketua dewan secara tertutup itu dihadiri oleh semua ketua fraksi dan pimpinan sidang. Selain itu, masing-masing fraksi juga diberikan kesempatan untuk rapat internal guna mengambil sikap. Apakah usulan pemilihan anggota BK menggunakan sistem one man one vote atau one man five vote.

Baru sekitar pukul 11.30, sidang kembali dibuka oleh ketua dewan Joko Suyono. Kemudian, Joko meminta kepada fraksi-fraksi untuk menyampaikan pendapat tentang sistem pemilihan anggota BK. Fraksi PDIP, Demokrat, Golkar, PAN dan GPKN sepakat one man five vote. Sedang Magetan Bersatu tak bergeming dengan one man one vote.

Saat itulah, Priyo Suwarsono, anggota Fraksi Magetan Bersatu angkat suara. Karena merasa sudah didzolimi, fraksi gabungan itu menyatakan keluar dari ruang sidang alias WO (Walk Out). ”Kalau aspirasi kami tidak diperhatikan, lebih baik kami keluar dari ruang sidang. Teman-teman sudah tidak memegang komitmen yang disepakati bersama antar-fraksi dari awal,” kata Priyo, yang akrab dipanggil Nano itu.

Setelah itu, satu persatu, anggota Fraksi Magetan Bersatu keluar sidang. Anggota FMB, Bustomi Jauhari, sesaat sebelum meninggalkan ruang sidang sempat mengeluarkan uneg-unegnya. ”Kami sudah didzolimi. Dan ini akan membuat kinerja dewan untuk lima tahun mendatang tidak nyaman,” kata Gus Tom, sapaan akrabnya.

Atas aksi WO tersebut, Ketua DPRD Joko Suyono menilai bahwa itu sebuah dinamika politik. ”Kami sangat menghargai keputusan teman-teman Fraksi Magetan Bersatu,” kata senator asal Mrahu, Kartoharjo tersebut.

Pria yang akrab dipanggil JKS ini kemudian, menawarkan kepada forum dan disetujui sidang paripurna jalan terus meski tanpa diikuti FMB. ”Meski teman-teman Fraksi Magetan Bersatu meninggalkan ruang sidang, jalannya sidang tetap sah karena kuorum,” kata wakil rakyat dari PDIP tersebut.

Pemilihan anggota BK-pun jalan terus. Ada lima calon yang mendapat suara dan terpilih sebagai anggota BK. Yakni, Hari Siswanto (PDIP), Zakaria (Golkar), Supari (Demokrat), Sugeng Wahyono (PAN) dan Samuri (GPKN). Sedangkan Suwarno dari FMB tidak mendapatkan suara dengan sistem one man one vote tersebut.

Ketua FMB, Suwarno, mengatakan, pihaknya konsisten tidak mengakui produk sidang paripurna tentang anggota BK ini. ”Saat rapat antar-fraksi dan pimpinan dewan, kami menilai keberadaan pimpinan dewan itu illegal. Tapi, kawan-kawan yang lain menganggap legal dan sah,” kata dia.

Karena itulah, Fraksi Magetan Bersatu mempersilahkan jika kelima fraksi lain tetap memaksakan kehendak melanjutkan sidang pembentukan BK. ”Sejak sidang pembentukan komisi, badan anggaran hingga badan kehormatan, kami sudah tidak ikut,” kata dia.

Menyikapi fraksinya ”disingkirkan” Suwarno mengaku tidak menyesal. Karena, bukan masalah jabatan yang diuber. Tetapi faktor harmonisasi lembaga legislatif yang menjadi tujuan utama. ”Jika Magetan Bersatu sudah disingkirkan, kami siap berseberangan untuk lima tahun mendatang. Bisa disebut kami akan menjadi oposisi di dewan,” ujar legislator dari PNI Marheins itu.

Dengan kenyataan FMB dipinggirkan, Suwarno menjamin bahwa fraksinya akan tetap bisa berbuat banyak untuk masyarakat. ”Jabatan itu kan hanya baju saja to mas. Kami yakin dan sangat yakin bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa memegang jabatan,” jelas dia.

Ketua dewan, Joko Suyono menambahkan, meski tanpa FMB, sidang tetap dilanjutkan. Sehingga, keanggotaan BK dan Badan Legislatif terbentuk, sesuai dengan mekanisme tata tertib dewan.

Untuk BK, ketuanya adalah Hari Siswanto dari PDIP dan wakilnya Supari (Demokrat). Sedangkan Badan Legislatif diketuai dr Pangayoman dari Demokrat sedangkan wakilnya M. Thohir (PDIP).

”Setelah semua alat kelengkapan dewan terbentuk, kami berharap semua anggota dewan beraksi sesuai dengan tupoksi masing-masing, baik di komisi maupun badan. Sehingga, perang dewan sebagai representasi dan pengusung amanah masyarakat betul-betul dilaksanakan. Sekarang waktunya bekerja,” kata JKS. (rif/tya)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here