Bantuan Menumpuk di Gudang

0
236

Bantuan berupa pakaian dan makanan untuk korban gempa Sumatera Barat (Sumbar), sampai sekarang masih menumpuk di gudang satuan penanganan bencana Pemkab Magetan. Bantuan yang mengalir dari masyarakat itu ditolak oleh pemerintah Sumbar. “Untuk sementara ini bantuan yang diterima disarankan berupa uang,” kata Kasubdin Bina Linmas, Soedjilan.

Pemkab Magetan sebenarnya sudah menghimbau agar bantuan berupa uang saja yang disumbangkan masyarakat. Selain lebih praktis dan mudah, juga berguna bagi masyarakat yang terkena bencana. “Namun tetap ada saja yang tiba-tiba mengirimkan bantuan berupa mie instant, baju layak pakai, biskuit dan pembalut,” jelasnya.

Jika bantuan yang diberikan berupa uang, menurutnya, Satlak lebih mudah mengirimkannya. Soedjilan mencontohkan, uang hasil bantuan yang sudah dikumpulkan Satlak sampai kemarin sejumlah Rp 183 juta lebih. Dana yang sudah disalurkan ke korban gempa sebesar Rp 155.450,000. Dengan rincian sekitar Rp125 juta untuk korban gempa Sumbar disalurkan kemarin. Sementrara Rp 30.400.000 sudah disalurkan ke korban gempa di Tasikmalaya. “Bantuan uang terbanyak dari Dinas Pendidikan Rp 142 juta dan sampai kini tetap mengalir. Selain itu dari kelompok skuter Rp 19 juta lebih,” ungkapnya. Sementara itu, tumpukan barang bantuan belum tersalur ke Sumbar, rencananya akan diperiksa ulang. Terutama untuk melihat batas kedaluwarsa untuk makanan. Kesulitannya, berbagai bantuan barang tadi sudah dikemas dalam kardus-kardus secara rapi. “Kami memang belum memeriksanya, kalau sampai nanti tidak juga diterima di daerah tujuan kami salurkan untuk korban bencana lain,” tukasnya..

Satlak juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial apabila ada tempat atau kelompok yang membutuhkan. Sampai kemarin belum ada pemberitahuan dari Sumbar apakah satuan penanggulangan bencana di sana sudah membuka pintu menerima bantuan berupa barang. (ari/tya)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here