FMB : Keputusan Dewan Inkonstitusional

0
263

Fraksi Magetan Bersatu (FMB) memilih walk out (WO) sidang paripurna dengan agenda pembentukan alat kelengkapan DPRD. Mereka membantah jika langkah ini sebagai bentuk untuk menarik simpati.

”Aksi WO ini bukan untuk gagah-gagahan. Tapi, mendudukkan posisi sebenarnya agar lembaga dewan tidak selalu menabrak aturan yang ada, baik tatib maupun undang-undang,” kata ketua FMB, Suwarno, kemarin (29/10).

Tanda-tanda sidang bakal ”ramai” sudah tercium sejak paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Joko Suyono sekitar pukul 10.00 WIB. Begitu agenda sidang pembentukan komisi dan badan itu dibacakan, terjadi interupsi dari sejumlah anggota dewan.

Mereka menanyakan keabsahan sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Joko Suyono (PDI Perjuangan) yang didampingi oleh dua wakil ketua dewan, Sofandi (Partai Golkar) dan M. Shoim (Partai Demokrat).

”Mengapa ada sidang pembentukan komisi dan badan. Padahal, fondasi utama alat kelengkapan dewan, yakni unsur pimpinan DPRD, belum terbentuk sempurna. Apakah kenyataan ini sah sesuai tatib dan undang-undang?” ujar Suwarno, wakil rakyat dari PNI Marheins pada koran ini.

Pertanyaan Suwarno tersebut wajar. Dalam tatib dan UU No. 27 tahun 2009, disebutkan bahwa unsur pimpinan DPRD itu terdiri dari empat orang (satu ketua dan tiga wakil ketua). Saat ini, di Magetan, utusan wakil ketua dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) belum dilantik.

Fraksi dan DPD PAN mengajukan nama Sutikno sebagai wakil ketua dewan. Namun, ada surat lain yang mengirimkan nama Widodo Tri Saksono untuk duduk di jajaran pimpinan DPRD Magetan. Namun, hingga kemarin, masalah ini belum rampung.

”Magetan Bersatu berpendapat, sejauh unsur pimpinan dewan belum lengkap, apapun keputusan dewan inkonstitusional. Pimpinan dewan harus tegas dan segera menyelesaikan masalah wakil ketua DPRD dari PAN, baru melangkah ke yang lain,” terang Suwarno, anggota dewan dua periode tersebut.

Meski ada aksi WO dari FMB, sidang tetap jalan terus. Hingga siang, sekitar pukul 12.00, paripurna belum selesai. Sidang diikuti oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi Patriot Gerakan Kebangkitan dan Fraksi PAN.

Joni Purnomo, anggota FMB, berpendapat, sebenarnya agenda dewan belum sampai pada sidang paripurna pembentukan alat kelengkapan. Namun, masih dalam tahap penyerahan nama-nama utusan fraksi dalam komisi dan badan.

”Saya berpendapat, dalam hal ini, ada pemaksaan kehendak. Padahal, jelas-jelas, alat kelengkapan dewan, yaitu unsur pimpinan belum terbentuk seluruhnya,” jelas Joni, wakil rakyat dari PKS.

Ketua DPRD Joko Suyono mengatakan, aksi WO Fraksi Magetan Bersatu menjadi sebuah dinamika politik yang harus dihormati. Namun, langkah tersebut tidak menjadikan agenda sidang paripurna terhenti. ”Apa yang dilakukan teman-teman Magetan Bersatu harus dihormati. Tapi, agenda dewan juga harus tetap berjalan. Menurut saya dan pimpinan dewan, tidak ada yang salah dari tahapan-tahapan yang dilakukan dewan,” kata Joko. (rif/tya)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here