Hakim Tolak Eksepsi Gilang

0
301

Pembelaan Gilang Maulana, terdakwa kasus mutilasi asal Pulung Ponorogo yang disusun penasehat hukum Broto Santoso, ditolak majelis hakim. Dalam sidang putusan sela, ketua majelis hakim Bawono Efendi didampingi dua hakim anggota, Budi Aryono dan Syors Mambrasar menilai dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) R. Trimargono sudah lengkap.

”Eksepsi terdakwa tidak beralasan dan harus ditolak. Karena surat dakwaan sudah sesuai dengan KUHAP (kitab undang-undang hukum acara pidana, red),” kata Bawono Efendi, dalam sidang kemarin (30/11).

Dalam sidang yang dimulai sekitar pukul 10.45 itu, majelis hakim mengatakan pembelaan (eksepsi) terdakwa Gilang, soal dakwaan jaksa kabur dan tidak jelas itu tidak tepat. ”Setelah kami pertimbangkan, eksepsi penasehat hukum terdakwa masalah waktu dan tempat saat terdakwa dan korban bertemu sebelum berangkat ke Sarangan itu, sudah tepat. Sebab, sudah merupakan satu kesatuan. Nanti akan dibuktikan dalam persidangan,” ujar Bawono.

Dengan penolakan eksepsi (pembelaan) terdakwa tersebut, sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi untuk Senin pekan depan. Ketua majelis hakim Bawono Efendi memerintahkan kepada jaksa untuk menghadirkan saksi.

Gilang didakwa telah membunuh secara terencana terhadap Ayu Wulandari, di Hotel Pantes Sarangan. Pada sidang yang berlangsung kira-kira 30 menit itu, keluarga Ayu Wulandari tidak terlihat. Biasanya, ibunda mahasiswi Stikes di Jombang itu tak pernah absen. Gilang sendiri, mengenakan baju batik coklat motif, sama seperti sidang pertama.

Terdakwa selama persidangan juga terus menundukkan kepala. Lantai ruang sidang Pengadilan Negeri Magetan yang putih menjadi saksi tatapan mata Gilang. (rif/tya)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here