Hama Tikus Mengganas

2
375

Hama tikus menyerang lahan padi di Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo. Akibatnya, tanaman rusak hingga petani terancam gagal panen. ”Tanaman padi saya dan petani lainnya banyak yang mati, padahal usianya baru dua bulan,”ujar Gunawan, salah satu petani.

Gunawan mengungkapkan, tikus-tikus itu menyerang tanaman padi pada malam hari dan memakan pangkal daun padi. Untuk menekan kerusakan semakiin parah, sejumlah tindakan pengendalian secara swadaya dilakukan. Di antaranya, menjebak tikus dengan memberi umpan yang sudah diberi temix.

Cara itu, kata dia, terbilang efektif. Puluhan ekor tikus setiap harinya mati. ”Biasanya kalau malam diberi jebakan dengan diberi temix, paginya sering ditemukan 20 hingga 30 ekor yang mati,”jelasnya.

Gunawan mengaku, serangan hama tikus diperkirakan berdampak pada penurunan drastis hasil panen petani musim tanam kedua tahun 2009 ini. Jika dalam kondisi normal, sepertiga hektar lahan padi miliknya bisa menghasilkan gabah sebanyak 2,5 ton, akibat serangan tikus ini diprediksi berkurang tinggal 1,5 ton. ”Tidak hanya hasil yang berkurang, biaya untuk memupuk bertambah. Sebab, setelah diserang tikus, tanaman itu harus diberi pupuk lagi,” ujarnya. Sayangnya, kata dia, pihak pemkab belum ada yang turun menangani persoalan hama tikus tersebut.

Murjoko, petani lainnya, mengungkapkan bahwa serangan hama tikus kali ini terbilang sangat parah dibandingkan musim sebelumnya. Bahkan, rumpun padi di lahan pertaniannya banyak yang kering dan mati sehingga terpaksa dicabut.

Pengendalian hama yang dilakukan sejauh ini adalah dengan memberi plastik di sekeliling lahan. Plastik tersebut dibeli secara berkelompok dengan petani lainnya, yang menghabiskan biaya sebesar Rp 500 ribu. ”Memang sudah efektif, tapi ada kendala pula, plastik juga dirusak oleh tikus sehingga harus rajin mengeceknya,” ujarnya.

Parahnya serangan hama tikus di Desa Tegalarum dibenarkan Adi Sucipto, kepala desa setempat. Namun, menurutnya, hingga saat ini total lahan yang rusak belum terdata. Luasan lahan di Desa Tegalarum sendiri totalnya mencapai 85 hektar.” Dari luasan tersebut mungkin separonya yang mengalami kerusakan,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) wilayah Kabupaten Magetan Tri Giyanto menyatakan, pihaknya belum menerima laporan soal merebaknya hama tikus di Desa Tegalarum. ”Belum ada kok, seharusnya pihak desa atau kelompok tani desa itu melaporkan ke kecamatan. Karena ada petugas kami yang standby di kecamatan,”jelasnya.

Tri mencontohkan, serangan hama tikus di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, yang sudah dilaporkan pekan lalu langsung mendapat perhatian dan penanganan. Dan, pihak pemkab juga langsung memberikan bantuan obat pengendali hama tikus Rodentisi jenis Piton dan Piran. (ota/isd)

(jawapos)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here