Hujan, Harga Bawang Merah Turun

0
363

Tingginya curah hujan utamanya di kawasan lereng gunung Lawu Magetan membawa pengaruh cukup serius bagi pedagang bawang merah. Utamanya di Kecamatan Panekan, dampak tersebut sangat kentara. Kalau biasanya bawang merah basah itu tiga hari bisa kering, sekarang harus sampai seminggu. Bahkan kalau tidak ulet, juga cepat busuk,kata Sumarsi, salah seorang pedagang bawang merah di Kecamatan Panekan, kemarin (28/11).
Meski begitu, lanjut dia, harga bawang merah di pasaran justru merosot tajam. Biasanya, untuk bawang merah kering dari harga Rp 8000 perkilogramnya kali ini hanya bias menjual Rp 6500 perkilogramnya. Saat ini mungkin ya anjlok-anjloknya,ungkapnya. Memang, para pedagang tersebut seolah harus pintar-pintar melihat keadaan untuk mempertahankan keawetan bawang merah dagangannya itu. Pasalnya, dengan curah hujan yang cukup tinggi, seolah membuat bawang merah itu cepat membusuk. Ya memang harus seringkali diangin-angin. Tapi tidak sampai terkena hujan atau lembab,kata Suyadi, salah seorang pedagang bawang merah di Panekan lainnya.

Saat ini, lanjut dia, kondisi cuaca memang seolah kurang bersahabat dengan pedagang bawang merah. Namun, dengan profesi tunggal tersebut, dia bersama belasan pedagang lainnya seolah hanya bisa pasrah. Apalagi, saat ini harga bawang merah di pasaran juga tidak bisa digenjot naik, keluhnya.

Dia berharap, meski dengan anomali cuaca dan intensitas hujan yang tinggi, bisa diimbangi dengan kenaikan harga bawang merah di pasaran. Karena tenaga yang kami keluarkan juga otomatis bertambah. Tidak hanya harus ulet untuk menjemur, tapi juga mampu menyimpan bawang merah jauh dari kondisi lembab,tukas Suyadi. (wka/eba)

radarmadiun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here