Kobaran si Jago Merah Makin Meluas

0
387

Kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu di wilayah Magetan hingga sore kemarin (30/9) belum bisa dikendalikan. Bahkan api sudah membakar sekitar 150 hektare lebih. Ditambah kawasan Ngawi, total area yang dilalap si jago merah kurang lebih 1.500 hektare.

Api yang membakar kawasan hutan lindung di RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan tersebut merupakan rembetan dari petak 73 yang berada di wilayah Asper Lawu Utara, masuk Kabupaten Ngawi. ”Melihat arah angin, api terus menuju arah puncak gunung dan lereng di wilayah Magetan,” kata Administratur KPH Lawu Ds, Hadi Sulistio, kepada koran ini, di lokasi terdekat kebakaran di wilayah Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan.

Seharian kemarin, Adm KPH Lawu Ds didampingi wakil Adm Mamun Muljadi terus memantau perkembangan kebakaran hutan lereng Gunung Lawu yang terjadi sejak hari Sabtu, akhir pekan lalu. ”Untuk wilayah Lawu Utara sudah bisa dikendalikan dan api telah dilokalisir,” kata Hadi.

Yang juga diwaspadai, kebakaran juga mengancam lereng hutan di wilayah hutan Lawu Barat yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar, KPH Surakarta, Jawa Tengah. Karena itu, Adm KPH Lawu Ds Hadi Sulistio, usai memantau dari Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, langsung melakukan koordinasi dengan KPH Surakarta. ”Untuk saat ini, semua KPH yang memangku Gunung Lawu siaga mengantisipasi agar api tidak merembet ke masing-masing wilayah,” kata Hadi.

Khusus untuk kawasan hutan di Lawu Utara (Kabupaten Ngawi), menurut Adm KPH Lawu Ds, di beberapa petak sudah bisa dipadamkan. Sedangkan di beberapa petak lain, api telah dilokasir dengan pembuatan ilar-ilar. ”Melihat lokasi wilayah Magetan, mudah-mudahan api bisa dijinakkan dalam waktu dua tiga hari,” imbuh wakil Adm KPH Lawu Ds Mamun Muljadi.

Selain wilayah RPH Bedagung, kewaspadaan petugas dari TNI-Polri dan Perhutan serta masyarakat juga diarahkan ke BKPH Sarangan. Lokasi ini berada di selatan kawasan Ngiliran, Gentong dan Sarangan. ”Saat ini, tim dari Perhutani sudah melakukan pemetaan. Titik mana saja yang perlu dibuat ilaran. Besok (hari ini, red), tim pembuat ilaran akan terjun ke lokasi yang sudah dipetakan,” jelas Mamun.

Menurut Mamun, kebakaran kali ini telah merusakkan kawasan hutan lindung. Namun, area hutan produksi yang kebanyakan ditanami pohon pinus relatif aman. Titik api juga masih jauh dari perkampungan penduduk. ”Untuk Gunung Lawu dipetakan menjadi tiga bagian,” jelasnya. Meliputi kawasan puncak, menyusul di bawahnya hutan lindung, baru kawasan hutan produksi. (rif/tya)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here