Korban Rencanakan Tuntutan Perdata

0
258

Kasus yang menimpa Hyn, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Peternakan Magetan tak hanya berhenti di bidang pidana. Korban penipuan Hyn merencanakan untuk tuntutan perdata atas pembayaran dana jagung sekitar Rp 900 juta yang tidak dipenuhi terdakwa. “Rencana itu masih kami pelajari kemungkinannya,” ujar Sugiyanto, adik dari korban Susiani.

Sidang kasus pidana dugaan penggelapan dana pembayaran jagung itu sendiri sebenarnya sudah mulai digelar minggu lalu di Pengadilan Negeri (PN) Magetan. Ihwal kasus ini bermula ketika Hyn memesan bibit jagung pada Susiani untuk didrop ke Garut, Jawa Barat.

Rencananya Susiani menerima pembayaran Rp 1,1 miliar atas bisnis tersebut. Namun sejak bisnis yang dijalin pada 2007 itu ternyata tak kunjung dibayar lunas. “Baru diberi uang sekitar Rp 200 juta,” kata Sugiyanto.

Klaim Sugiyanto, bisnis kakaknya itu ada sejumlah 46 ton bibit jagung yang belum terbayar. Beberapa kali upaya penagihan sudah dilakukan secara kekeluargaan. Namun ternyata upaya itu tak membuahkan hasil sampai akhirnya kasus itu terlapor pula ke kejaksaan. “Dari pihak pembeli ternyata sudah dibayar, namun tidak diberikan ke kami,” katanya.

Sidang kasus HYn sendiri rencananya diteruskan pada Selasa mendatang. Selain sidang pidana atas dugaan penipuan upaya tuntutan perdata diharapkan dapat mengurai pula kerugian finasial yang sudah disebabkan Hyn untuk korbannya.

Hyn sendiri juga merupakan tersangka kasus tindak pidana korupsi sapi kereman yang sekarang tengah ditangani Kejaksaan Negeri Magetan. (ari/eba)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here