Marak, Pelajar Bolos di Tempat Biliar..waduuh

1
319

Pagi ini membaca surat kabar di radar madiun tentang maraknya para pelajar yang bolos di tempat biliar di Magetan. Waduh apa kelasnya pindah disana ya hehehehe (pastinya bukan). Berikut ini kutipan beritanya :

Dewan Pendidikan (DP) Magetan kembali bengok-bengok. Kali ini terkait maraknya pelajar yang main biliar saat jam pelajaran. Tak hanya murid setingkat SMA/SMK, DP menengarai sejumlah siswa SMP bahkan SD juga keranjingan bola sodok saat teman-temannya belajar di sekolah.

Inilah wujud lemahnya pengawasan, kata Ketua DP Magetan Syahrir, kemarin (12/4). Kontrol yang lemah itu, pertama berasal dari keluarga. Sedangkan kedua adalah minimnya peraturan tegas dari lembaga pendidikannya, imbuhnya. Menurut Syahrir, jika fungsi pengawasan berjalan, para pelajar itu tak sampai nekat bolos hingga tidak diketahui keluarga. Jika sekolah tertib, kondisi itu tidak mungkin terjadi. Apalagi sampai nekat menggunakan seragam, ungkapnya. Syahrir menambahkan, tidak hanya tempat biliar yang menjadi lokasi favorit pelajar untuk mbolos, tetapi juga warnet. Harus ada aturan tegas dari lembaga sekolah untuk meminimalisasi kondisi tersebut. Sungguh sangat memprihatinkan, terangnya. Kepala Satpol PP Magetan Secondany mengaku pihaknya sudah sering menggelar operasi untuk menjaring pelajar-pelajar bolos. Meski setiap razia ada saja pelajar yang terjaring, mereka seolah tak jera.

Bambang Trianto, kepala Dinas Pendidikan Magetan, juga melontarkan keprihatinannya. Kata dia, adalah hal yang ironis jika jam pelajaran tidak dimanfaatkan untuk belajar. Pihaknya sebenarnya bisa menoleransi keinginan pelajar untuk bermain biliar. Hanya, itu dilampiaskan usai pulang sekolah, dan tanpa mengenakan seragam. Bambang berharap, pihak keluarga juga berperan aktif untuk bisa memberi peringatan kepada anak-anaknya. Pun, masyarakat diminta menegur jika mengetahui ada pelajar yang bolos di tempat biliar. Tentunya kami sangat prihatin dengan kondisi seperti ini, ujar Bambang. (wka/isd) (yogama)

Hmm sungguh memprihatinkan anak-anak sekarang, kalau kita bandingkan dengan jaman dulu dimana masih jarang tempat-tempat hiburan seperti tempat biliar, warnet, game online dll. Kasihan anak-anak kita dikepung oleh hiburan-hiburan seoerti itu, dan kelihatanya orang tuas tidak tau menahu misalnya apa yang mereka lakuka ketika di warnet. Lalu siapakah yang bertanggungjawab? keluarga? sekolah? atau pemerintah ? Semuanya bertanggungjawab.

1 COMMENT

  1. guru harus bertindak tegas dalam hal ini,mengingat bahwa maju dan tidaknya kota ini,daerah ini,propinsi ini,negara ini adalah ditangan generasi muda,terutama guru BIMBINGAN KONSELING.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here