Mutasi Kasek Dituding Tak Sesuai Kebutuhan

0
400

Mutasi 123 kepala sekolah (kasek) tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan pengawas SD di Magetan, disorot. Sebab, ada kesan mutasi tidak mengedepankan unsur kebutuhan. ”Tapi yang mengemuka malah masuknya unsur pragmatis,” kata anggota Dewan Pendidikan (DP) Magetan, Dian Kustiarini, kemarin (17/11).

Mutasi dan pelantikan yang dilakukan Bupati Sumantri di Pendapa Surya Graha, pada Rabu lalu (11/11) itu, dinilai Dian mengabaikan kesinambungan roda pendidikan di suatu sekolah. Dia mencontohkan, mutasi Nursalim dari posisi Kepala SMP Negeri 4 Magetan ke SMP Negeri 2.

Pengganti Nursalim adalah Budi yang sebelumnya menjadi Kepala SMP Negeri 1 Ngariboyo. ”Padahal, saat ini, SMP Negeri 4 tengah berjuang di tingkat Jawa Timur untuk penghargaan Adi Wiyata,” ungkap aktivis perempuan ini.

Menurut Dian, mutasi Nursalim tidak pas karena dikhawatirkan mengganggu persiapan SMP Negeri 4 menyongsong penghargaan Adi Wiyata di bidang pendidikan tingkat nasional. Baperjakat tampak kurang jeli melakukan penilaian.

Dian sempat menyayangkan mutasi Nursalim. ”Lebih kental (mutasi) dilakukan dengan pendekatan politis ketimbang edukatif. Mutasi itu untuk kebaikan sekolah atau untuk kebaikan kepentingan?” tanyanya balik.

Meski demikian, Dian selaku anggota Dewan Pendidikan menyambut baik langkah Baperjakat dan Bupati Megetan karena telah mengisi posisi kepala sekolah yang sudah lama lowong. Dian juga mendesak Dinas Pendidikan agar memberi target ke para pejabat kepala sekolah yang baru untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

Bupati Sumantri saat pelantikan 123 kasek di Pendapa Surya Graha menegaskan, proses pengisian jabatan kasek telah dipertimbangkan dengan matang. Sejak dilantik sebagai bupati, dirinya mengakui baru kali ini melakukan mutasi dan pelantikan kasek di lingkup Dinas Pendidikan. ”Situasi dan kondisilah yang mengharuskan ada mutasi. Sudah 1,5 tahun saya menjabat bupati, baru kali ini ada mutasi dan pelantikan kasek,” jelas dia.

Menurut dia, mutasi kasek itu sudah sesuai prosedur dan objektif. Sumantri berani menjamin tidak ada intervensi dari pihak manapun.Kepada kasek yang dimutasi dan dilantik, dia sempat berpesan agar selalu koordinatif dengan UPTD Dinas Pendidikan maupun Dinas Pendidikan jika menghadapi kendala.

”Buktikan kalau bapak-bapak maupun ibu-ibu yang dilantik ini memiliki kemampuan. Pejabat kasek baru harus mampu memimpin dan mengelola semua potensi di sekolah untuk kemajuan anak didik,” tegas Sumantri. (rif/hw)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here