Nasib 35 Siswa SMK Mengambang

1
89

Kelulusan kelompok SMK di Magetan terganjal. Ini setelah ada 35 pelajar yang nasibnya masih mengambang. Sebab, ada mata pelajaran yang tidak muncul dalam daftar nilai ujian akhir.”Besok (hari ini, red), kami akan ke Surabaya untuk melakukan klarifikasi. Mudah-mudahan ada hasil,” terang kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Magetan, Bambang Trianto, kepada koran ini, kemarin (15/6).

Dia menjelaskan, khusus SMK, mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris. Ditambah uji produktif atau ujian praktik. ”Nilai ujian praktik itulah yang tidak muncul di daftar nilai,” kata Bambang.

Ia mengatakan, kasus tersebut tak hanya terjadi di Magetan. Tetapi juga di daerah lain se eks-Karesidenan. Seperi Ngawi, Madiun, dan Ponorogo. ”Dugaan kami, itu akibat kesalahan pada system.”katanya.

Bambang optimistis, dalam minggu ini, nasib ke-35 anak didik tersebut ada kejelasan. Karena itu, dia meminta kepada siswa yang masuk kelompok tersebut bersabar. ”Dinas akan berjuang untuk mengklarifikasi ke provinsi,” kata dia.

Pada bagian lain, pengumuman ujian nasional (Unas) tingkat SMA sederajat kemarin relatif lancar. Nyaris tidak ada konvoi yang biasa dilakukan pelajar untuk merayakan kelulusan.

Menurut Bambang, pada tahun ajaran 2009/2010 ini, tercatat ada tiga SMA yang tingkat kelulusannya 100 persen. Yakni, SMAN 2 Magetan, SMAN Maospati dan SMA Barat. Untuk tahun ini, jumlah peserta unas ada 2.839 pelajar. Sedangkan persentase lulus mencapai 97,5 persen.

Dikatakan, bagi siswa yang tidak lulus, bisa mengikuti ujian kejar paket C yang akan digelar pada 23 Juni 2009 mendatang. Ujian tersebut levelnya sama dengan unas sekarang ini. (rif/dhy)

jawapos

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here