Pemkab Rancang Dialog

0
363

Puluhan tenaga harian lepas (THL) yang bekerja pada Dinas Pendapatan, Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPKPAD) boleh bernafas lega. Pemkab Magetan sedang merancang dialog guna mencari solusi terkait masa depan mereka.
”Kami juga ingin masalah ini segera selesai.Tidak berlarut-larut dan segera ada kepastian soal nasib mereka,”kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah(BKD), Suko Winardi,kepada koran ini,kemarin(9/6).

Rencananya,pembahasan nasib ke-38 THL tersebut akan melibatkan pihak terkait dan tim anggaran pemkab. Termasuk berkoordinasi dengan DPRD Magetan.”Soal kapannya,tolong bersabar,”terang mantan Kabag Humas dan Protokol itu.

Ke-38 THL tersebut diangkat sebagai tenaga kontrak di lingkup DPKPAD berdasarkan SK bupati yan waktu itu dijabat Saleh Muljono.Mereka menerima dan bekerja mulai 1 Juni 2007.Dalam SK tersebut juga disebutkan masalah honorarium yakni sebesar Rp450ribu.

Namun,pada kenyataannya,sudah tiga tahun ini,ke-38 THL itu tidak mendapatkan haknya sebagai mana tertuang dalam SK tersebut. Terkait masalah ini,ada beberapa opsi yang mungkin bisa dijadikan solusi.Salah satunya, menggunakan sistem outsourching seperti yang dilakukan oleh pemkab kepada tenaga satpam di sejumlah terminal di wilayah Magetan.

”Yang pasti,kami upayakan dialog.Sehingga,kebijakan yang diambil sama-sama menguntungkan.Semua pasti ada jalan tengah yang bijaksana,”kata Suko. Dalam pengaduannya kepada LSM Magetan Center,para THL tersebut juga menyebut adanya dugaan pungutan liar (pungli)sehingga mendapatkan SK bupati.”Memang ada juga laporan masalah pungli dari para THL tersebut. Besarannya antara dua hingga tiga puluh juta,”kata Beni Ardi,direktur pelaksana LSM Magetan Center.

Diberitakan sebelumnya,puluhan tenaga harian lepas DPKPAD Pemkab Magetan resah.Pemicunya,selama tiga tahun terakhir mereka tidak menerima honorarium sebagaimana tertuang dalam SK bupati.

Ke-38 THL tersebut bertugas sebagai THL,pembersih, pembantu pemungut retribusi di sejumlah pasar di Magetan.Selasa(8/6),perwakilan dari 38 THL ini mengadu kepada LSM Magetan Center.Mereka meminta pendampingan untuk mencari keadilan terkait masa depannya.Termasuk menuntut honor yang belum dibayarkan pemkab selama tiga tahun.(rif/isd)

radar madiun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here