Rawan Zat Kimia, Penjual Jajan Sekolah Disidak

0
197

Maraknya penjual makanan-minuman di sekolah membuat jajaran dinas perindustrian dan perdagangan was-was. Pasalnya, jajanan tersebut rawan mengandung bahan kimia berbahaya. Seperti zat pengawet, zat pewarna, borax, dan berbagai zat berbahaya lainnya.
”Akhir bulan Mei lalu kami menemukan zat-zat itu pada mamin yang dijual di sekolah,” terang Gatot Purwanto, Petugas Pengawas Peredaran Barang dan Jasa, Disperindag Kabupaten Magetan, kemarin (22/6).

Dikatakan, uji sampel pada penelitian pertama lalu menemukan kandungan bahan pengawet seperti borax dan rhodamin. Dimana, kimia tersebut bila dikonsumsi bisa mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia. Seperti penyakit kanker, fungsi hati serta gangguan pada ginjal. ”Dengan tingkat konsumsi tinggi, kami khawatir akan berakibat fatal,”katanya.

Hal tersebut diungkapkan Gatot saat menggelar inspeksi mendadak (sidak)mamin yang dijual di sekolahan. Diantaranya SD Negeri 1 Genengan 2, Kecamatan Kawedanan serta SD Negeri Komplek Kecamatan Kota Magetan.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas yang dibantu oleh Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) menyisir beberapa sekolah yang berada di wilayah kecamatan dan kota. Dari sidak tersebut, petugas mengambil sampel mamin berupa bakso, cilok, tempura, saos, sambal serta minuman yang disinyalir memakai zat pewarna.

”Sengaja kami fokuskan di SD, karena siswa tingkat itu tidak peduli soal kandungan jajanan yang dimakan. Kami khawatir para pedagang menggunakan bahan pengawet,” jelasnya.

Setelah dikumpulkan, bahan mamin tersebut akan diperiksa melalui uji laboratorium dan hasilnya baru akan diketahui seminggu kemudian. Namun, pihaknya sudah menggelar kegiatan serupa pada akhir bulan Mei lalu dengan target yang sama, yakni siswa SD sederajat. ”Hasilnya nanti kami umumkan pada pedagang sekaligus sosialisasi bahaya zat kimia pada makanan,” tambahnya.

Meski rawan dicampuri bahan kimia, para siswa mengaku tak peduli. Seperti yang diungkapkan Riska, siswi kelas 3 SD Negeri 1 Genengan 2 yang mengaku setiap hari mengkonsumsi bakso, yang menggunakan saos tanpa merk tersebut. ”Soalnya enak rasanya,” katanya. (rgl/dhy)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here