Tikus Mengganas, Petani Lakukan Gropyokan

0
485

Ratusan warga anggota Kelompok Tani (Klomtan) Rukun Tani di Desa Mrahu, Kecamatan Kartoharjo, Magetan, ramai-ramai menggropyok tikus. Ini dilakukan karena belasan hektare lahan sawah dengan tanaman padi diserang hama hewan pengerat tersebut.

Menurut Saimin, anggota klomtan Rukun Tani, saat ini, yang terkena dampak langsung hama tikus baru 5,6 hektare. Namun, bila tidak segera diantisipasi, serangan hama bisa meluas. ”Hama tikus ini cepat menyebar. Karena berkembang biaknya juga cepat,” terang Saimin di sela-sela gropyokan tikus.

Hama tikus menyerang lahan pertanian di kawasan Mrahu semenjak tanaman padi berusia 10 hari. Hingga saat ini, usia tanaman mencapai 21 hari. ”Untuk tanaman yang mati, dicabut lalu ditanami kembali,” katanya.

Menurut Kepala Desa Mrahu Gunadi, pemerintahan desa bersama Klomtan Rukun Tani yang beranggota lebih 200 petani tersebut secara rutin menggelar gropyokan. ”Yang diserang batangnya. Sehingga, tanaman padi yang berusia dua puluh hari tersebut bisa mati,” terang Gunadi.

Dalam gropoyokan itu, anggota Klomtan Rukun Tani mendapatkan bantuan obat dari Dinas Pertanian. Jenisnya Ratgon dan Tiran 58 PS. Ini merupakan rodentisida (racun) antikoagulan. Bentuknya seperti balok berwarna hijau. Ratgon dipasang di lubang-lubang pematang yang dihuni tikus.

Kemudian, untuk Tiran 58 PS adalah racun tikus yang dipasang pada ala tempos. Obat dan alat tersebut untuk mengendalikan hama tikus dengan cara pengasapan pada lubang pematang yang dihuni hewan pengerat tersebut.

Ratgon dan Tiran ini merupakan pengendali hama bantuan pemerintah. ”Jadi tidak diperjualbelikan bebas. Namun, setiap ada hama, klomtan akan kami bantu sekaligus sosialisasi penggunaan alat dan pencegahan hama tikus,” terang Kepala Dinas Pertanian Edi Suseno saat memantau gropyokan tikus di Mrahu.

Dinas Pertanian menyarankan agar petani juga menanam ketela pohon di pinggir-pinggir pematang. Ketela tersebut berfungsi sebagai tanaman umpan untuk hama tikus. ”Pengalaman di Bendo, petani menanam singkong di sekitar pematang. Hasilnya, hama tikus lebih dulu memakan singkong sebelum tanaman utama, seperti padi,” kata Edi. (rif/isd)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here